Koleksi terbaru! Buku ini dapat dibaca di perpustakaan
Sebuah pesan masuk di grup kelas si cikal menarik perhatian saya. Bu wali kelas membagikan beberapa flyer yang menampilkan gambar tiga kelompok koleksi terbaru di perpustakaan sekolah. Saya takjub ternyata di antara koleksinya itu terdapat buku-buku Enid Blyton Lima Sekawan.
Buku-buku tersebut tergabung dalam flyer pertama yang berisi novel anak. Dua flyer sisanya merupakan kumpulan komik dan ensiklopedia. Si cikal biasanya meminjam komik. Namun, untuk minggu itu saya meminta dia meminjam salah satu karya Enid Blyton.
Kebetulan, saya sudah menamatkan membaca ulang novel Ayah Andrea Hirata, sehingga saya bisa langsung beralih ke novel asal Inggris tersebut. Durasi peminjaman bukunya satu minggu—dari Kamis ke Kamis. Itu waktu yang cukup, mengingat novel anak biasanya tidak terlalu tebal.
Beruntung si cikal pun bisa diajak kerja sama meskipun dia belum terlalu tertarik membaca novel. Ia belum terbiasa membaca full teks dan masih menikmati masa-masa membaca komik.
Beberapa hari kemudian, salah satu novel Enid Blyton sudah ada di tangan. Saya sudah mencoba menawari si cikal membacanya juga, tetapi dia menolak. Ya, nggak apa-apa, mungkin sekarang belum saatnya.
Dari gambar flyer tempo hari, saya tahu koleksi novel Enid Blyton Lima Sekawan yang ada di perpustakaan cukup lengkap. Dan, seri pertama yang si cikal bantu pinjamkan berjudul Memburu Kereta Api Hantu.
Enid Blyton Lima Sekawan
Lima Sekawan merupakan sebuah karya klasik. Kiprahnya di dunia literasi sudah melebihi lima puluh tahun. Semua serinya sudah dicetak ulang puluhan kali dan buku yang saya pegang merupakan edisi baru.
Saya suka kisah misteri, tetapi Lima Sekawan tidak menempati ruang nostalgia. Tentu alasannya karena waktu masih kecil, saya belum mengenal kisah ini. Saya lebih familier dengan komik Detective Conan.
Saya baru mengenal novel tersebut saat sudah dewasa—ketika sudah bekerja. Seorang kawan meminjamkan buku dengan sampul yang sudah tampak usang itu dan saya langsung tertarik.
Novel ini termasuk kategori novel anak, jadi jangan berharap kalian akan menemukan kasus berat seperti di kisah Sherlock Holmes, novel karya Agatha Christie atau Dan Brown. Namun, bukan berarti karya Enid Blyton ini tidak layak untuk dibaca. Langsung saja kepoin salah satu serinya, yuk!
Identitas Buku

- Judul: Lima Sekawan: Memburu Kereta Api Hantu (Five Run Away Together)
- Penulis: Enid Blyton
- Seri: ke-7 dari 21
- Alih Bahasa: Agus Setiadi
- Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
- Tebal: 248 hlm; 18 cm
- Cetakan ke-34 : Oktober 2024
- ISBN: 9786020321271
Sinopsis Memburu Kereta Api Hantu
Julian, Dick, George, Anne, dan si anjing setia—Timmy—mengisi liburan musim panas dengan berkemah di suatu padang belantara. Lima Sekawan pergi bersama Pak Luffy sebagai pendamping. Namun, mereka membangun tenda tidak terlalu berdekatan agar tidak saling mengganggu.
Selama di sana pun mereka menjalani kegiatan masing-masing. Anak-anak mengeksplorasi lingkungan sekitar, sementara Pak Luffy sibuk dengan perburuan serangganya.
Meski terpencil, mereka tidak kesulitan mendapatkan bahan makanan. Di sana ada pertanian kecil bernama Olly’s Farm yang menyediakan telur, susu, dan mentega.
Di suatu hari, Lima Sekawan berjalan cukup jauh dan menemukan sebuah pelataran kereta api tua yang sudah tidak dipakai. Rasa ingin tahu mereka terhalang oleh Pak Tua berkaki satu. Pak Sam melarang anak-anak mendekat karena kerta api itu berhantu.
Katanya, di malam hari kereta tanpa masinis dan tanpa penumpang itu bolak-balik untuk mengambil nyawa. Karenanya, Pak Sam kerap bersembunyi di kolong tempat tidur saat kereta itu datang.
Lima Sekawan tentu tidak percaya hal semacam itu. Mereka kembali mendatangi Olly’s Farm untuk mencari informasi terkait hal itu. Di pertanian ada seorang anak lelaki yang dengan cepat berkawan dengan anak-anak itu—Jock namanya.
Di luar prediksi Jock malah tidak tahu menahu perihal kereta api hantu. Begitu juga ibunya. Yang tahu hanya ayah tirinya. Dia memperingatkan anak-anak untuk menjauhi pelataran kereta api itu. Peringatan itu terlalu keras yang hanya membuat Lima Sekawan tambah curiga.
Terlebih, pertanian itu punya banyak alat canggih, sedangkan tempatnya tidak terlalu besar. Banyak truk terparkir di gudang yang tampak terlalu berlebihan jika hanya digunakan untuk mengangkut hasil pertanian. Jock pun bilang pekerja di sana tidak terampil, tetapi ayah tirinya sepertinya tak peduli.
Rahasia apa yang ayah tiri Jock sembunyikan? Dan apa hubungannya dengan pelataran kereta api berhantu? Temukan jawabannya di Lima Sekawan seri ketujuh, ya, Playmates.
Ulasan Novel Enid Blyton Lima Sekawan

Di sampul bagian belakang bagian bawah, tertulis bahwa buku ini masuk kategori novel anak. Jadi, saat membacanya jangan mengharapkan kita akan menemui kasus yang super rumit.
Saya sebagai penyuka kisah misteri, tak selamanya mencari bacaan berat–yang terkadang harus beberapa kali membaca halaman tertentu karena tidak langsung memahami alurnya. Adakalanya, saya ingin membaca kisah ringan yang alurnya gampang ditebak.
Lima Sekawan menawarkan itu. Kisahnya tidak terlalu menguras pikiran, tetapi masih berada di genre yang saya sukai: misteri dan detektif. Setting waktunya pun berpuluh-puluh tahun yang lalu, sehingga semua terasa istimewa dan saya merasa menjelajah di lorong waktu.
Sejak belajar menulis, saya menikmati sebuah bacaan dengan cara berbeda. Jika sebelumnya fokus pada alur, kini saya pun mempelajari bagaimana si penulis bercerita. Itulah mengapa membaca dan menulis selamanya tak dapat dipisahkan.
Dari Enid Blyton saya jadi sadar, sebagai penulis kita harus tahu pasti siapa target pembaca tulisan kita. Karena Lima Sekawan merupakan novel anak, semua unsur cerita harus sesuai dengan kemampuan mereka dalam menangkap inti cerita.
Saya perhatikan terdapat beberapa kali pengulangan sebuah detail. Ini berbeda dengan novel dewasa yang justru menyembunyikannya dan hanya yang peka saja yang mampu menemukan. Tidak jarang, ini membuat pembaca kembali ke halaman yang membuat mereka ragu.
Saya berniat menularkan “racun” Lima sekawan pada anak-anak. Meski sekarang tampaknya belum tertarik, lama-lama juga mereka akan noticed kalau saya terus membacanya. Ya, saya memang berencana akan minta tolong si cikal untuk meminjamkannya lagi dari perpustakaan sekolah.
Penutup
Kisah Lima Sekawan memang tidak menawarkan kerumitan tingkat tinggi. Namun, di dalam kisah misterinya terdapat porsi yang presisi. Makin dewasa, kita makin memahami bahwa banyak tak selalu sesuai bagi tiap masing-masing pribadi.
Porsi yang telah tersedia pun tak serta merta menumbuhkan selera. Barangkali hari ini si cikal belum terpikat, belum jatuh hati pada petualangan yang sama. Namun, bukankah segala sesuatu punya masanya sendiri?
Dan, jika tiba Enid Blyton Lima Sekawan kembali dibaca, entah oleh saya atau olehnya di masa depan, semoga yang teringat bukan hanya perihal misteri ataupun hantu. Lebih jauh dari itu, tersemat upaya seorang ibu agar anaknya mencintai buku.
Novel Lima Sekawan ini ikonis banget, ya. Perpaduan cerita tentang persahabatan, liburan ditambah bumbu misteri menjadi cerita yang asyik untuk diikuti.
Tak hanya seru, pesan moralnya juga lumayan kuat sih. Dari ceritanya kita diajarkan tentang persahabatan, kerjasama dan keberanian. Recommended bukunya untuk dibaca
Aku juga suka mengamati gimana penulis bisa bikin cerita versi anak, padahal dia bukan anak-anak. Gaya bicara, tata bahasa, itu yang kupelajari kalau baca novel sih.
Salah satu bacaan yang menarik bagi saya saat sekolah dulu ya, lima sekawan, spot, semuanya bacaan misteri anak, dan ternyata seru banget lo petualangan mereka
saat mencoba menulis cerita misteri anak memang banyak tantangannya, karena banyak yang salah paham dikira cerita misteri anak itu ada hubungannya dengan ‘hantu’ padahal tidak, seru la nulis cerita anak, sampai ketagihan, sudah 3 antologi cerita misteri anak yang saya tulis bersama teman-teman, suatu hari tetap ingin menulis 1 buku full antologi karya sendiri
Petualangan Lima Sekawan ini memang seru banget untuk diikuti. Seru. Ini jadi bacaan yang memorable banget. Sekarang aku mulai ngumpulin lagi bukunya buat menemani anakku mengisi waktu senggang, tapi sepertinya bukan selera bacaan dia.
Yang judul ini belum ku baca, mau berikutnya ah buat bacaanku selanjutnya. Seseru itu ya baca buku lima sekawan walaupun ditulis di masa kita belum lahir tapi masih relate
Buku kisah serial Lima Sekawan ini legend banget yaa…sudah dari sejak zaman saya sekolah pun sudah ada. Kisah nya memang menarik seperti kisah² misteri lainnya….dan karena termasuk buku bacaan anak jadi gak terlalu pusing emang bacanya. Cocok lah buat teman menghabiskan waktu.