Novel Pesantren Impian: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Misteri

Novel Pesantren Impian: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Misteri

Apa genre buku favoritmu? Kalau ada yang menanyakan perihal itu pada saya, jawabannya pasti misteri atau thriller. Meski saya tertarik untuk membaca genre apa pun—asal alurnya menarik—tetapi cerita misteri semacam novel Pesantren Impian tetap menduduki tahta tertinggi. Saya mulai menyukai genre ini sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Detective Conan menjadi pemegang kunci menuju … Baca Selengkapnya

Kisah Buya Hamka dalam Buku Ayah: Teladan yang Lahir di Rumah

Kisah Buya Hamka dalam Buku Ayah: Teladan yang Lahir di Rumah

Setiap bahaya mendekat, sosok asing tiba-tiba hadir menjaganya. Setelah tak ada lagi ancaman, sosok itu menghilang dari dalam mobil. Sepenggal cerita di atas merupakan kisah Buya Hamka yang lebih dari satu kali Bapak ceritakan. Pengulangan itu kian meyakinkan saya bahwa Buya memang manusia istimewa. Awalnya, saya hanya menikmati cerita yang kerap Bapak tuturkan tersebut. Saya … Baca Selengkapnya

Rumah Tanpa Jendela: Ketika Jendela Menjadi Simbol Harapan

Rumah Tanpa Jendela: Ketika Jendela Menjadi Simbol Harapan

Raffi Ahmad akan beradu acting dengan Yuni Shara dalam sebuah film drama musikal berjudul Rumah Tanpa Jendela. Sekitar tahun 2011 saat masih berkawan dengan acara-acara televisi, saya menyimak sebuah acara infotainment yang mengabarkan project terbaru dari dua nama sohor tersebut. Kala itu saya belum mengetahui bahwa Rumah Tanpa Jendela merupakan karya dari Asma Nadia. Tujuh … Baca Selengkapnya

Enid Blyton Lima Sekawan: Memburu Kereta Api Hantu

Enid Blyton Lima Sekawan: Memburu Kereta Api Hantu

Koleksi terbaru! Buku ini dapat dibaca di perpustakaan Sebuah pesan masuk di grup kelas si cikal menarik perhatian saya. Bu wali kelas membagikan beberapa flyer yang menampilkan gambar tiga kelompok koleksi terbaru di perpustakaan sekolah. Saya takjub ternyata di antara koleksinya itu terdapat buku-buku Enid Blyton Lima Sekawan. Buku-buku tersebut tergabung dalam flyer pertama yang … Baca Selengkapnya

Ayah Andrea Hirata: Ketika Ayah Tak Harus Sedarah

Ayah Andrea Hirata: Ketika Ayah Tak Harus Sedarah

“Ke depannya kami menyarankan untuk memindahkan gerbong wanita dari depan dan belakang ke tengah.” Tak ayal pernyataan seorang mentri itu memicu gelombang reaksi. Di media sosial para lelaki memenuhi kolom komentar di konten-konten terkait pemberitaan tersebut. Saya tiba-tiba teringat pada novel Ayah Andrea Hirata. Tanpa mengurangi rasa empati pada keenam belas wanita tangguh yang menjadi … Baca Selengkapnya