Keutamaan Bulan Dzulhijjah: Catatan dari Kajian Penutup Tahun Ajaran

Keutamaan Bulan Dzulhijjah: Catatan dari Kajian Penutup Tahun Ajaran

Jumat itu terasa berbeda. Ada sendu yang bergelayut memenuhi dada. Kajian rutin di sekolah si bungsu di tahun ajaran ini akhirnya menemui ujungnya. Tema pamungkas yang dipilih adalah keutamaan bulan Dzulhijjah. Meski kajian terbuka untuk umum dan SD si bungsu nantinya pun masih berada dalam naungan yayasan yang sama, tentu menghadiri kajian TK saat menjadi … Baca Selengkapnya

Review Dilan ITB 1997: Cerita Lama, Sudut Pandang Baru

Review Dilan ITB 1997: Cerita Lama, Sudut Pandang Baru

Jangan lewatkan meet and greet Dilan ITB 1997 di Bioskop Kesayanganmu! Pengumuman tersebut memenuhi beranda media sosial saya. Ariel Noah dan Niken Anjani menyambangi bioskop di beberapa kota. Meski mereka tidak mampir ke Garut, saya tetap bersemangat untuk menulis review Dilan ITB 1997. Dilan ITB 1997 merupakan kisah Dilan yang saya tonton sebelum membaca novelnya. … Baca Selengkapnya

Titik Balik Menulis: Saat Komunitas dan Tantangan Mengubah Arahku

Titik Balik Menulis: Saat Komunitas dan Tantangan Mengubah Arahku

Puluhan tahun hidup tanpa tradisi merayakan ulang tahun membuat Mei tampak tak jauh berbeda dengan bulan lainnya. Setelah melewati tiga dekade, perlahan saya berhenti menghitung. Tak jarang saat mengisi kolom—entah untuk data job blog atau data orang tua siswa—saya memerlukan beberapa detik untuk memastikan berapa umur saya persisnya. Setelah melewati usia kepala tiga, rasanya tak … Baca Selengkapnya

Enid Blyton Lima Sekawan: Memburu Kereta Api Hantu

Enid Blyton Lima Sekawan: Memburu Kereta Api Hantu

Koleksi terbaru! Buku ini dapat dibaca di perpustakaan Sebuah pesan masuk di grup kelas si cikal menarik perhatian saya. Bu wali kelas membagikan beberapa flyer yang menampilkan gambar tiga kelompok koleksi terbaru di perpustakaan sekolah. Saya takjub ternyata di antara koleksinya itu terdapat buku-buku Enid Blyton Lima Sekawan. Buku-buku tersebut tergabung dalam flyer pertama yang … Baca Selengkapnya

Ayah Andrea Hirata: Ketika Ayah Tak Harus Sedarah

Ayah Andrea Hirata: Ketika Ayah Tak Harus Sedarah

“Ke depannya kami menyarankan untuk memindahkan gerbong wanita dari depan dan belakang ke tengah.” Tak ayal pernyataan seorang mentri itu memicu gelombang reaksi. Di media sosial para lelaki memenuhi kolom komentar di konten-konten terkait pemberitaan tersebut. Saya tiba-tiba teringat pada novel Ayah Andrea Hirata. Tanpa mengurangi rasa empati pada keenam belas wanita tangguh yang menjadi … Baca Selengkapnya