Meningkatkan Literasi bersama Komunitas Menulis Online Club

06 Agustus 2022 – Sebelumnya, saya memandang medsos itu hanya sebagai media untuk bersenang-senang. Unggah foto ini itu, mengabarkan ini itu, atau sekadar menuliskan kata-kata agak galau. Namun, pada tahun 2020 semuanya berubah. Komunitas menulis Online Club memantik kesadaran saya untuk meningkatkan literasi dan optimasi media sosial.

Perjalanan Literasi dan Optimasi Medsos

Sejak April 2020 semua berubah. Tiba-tiba saja saya punya delapan buku antologi dan buku solo. Perjalanan meningkatkan literasi ini berawal dari ajakan seorang teman untuk mengikuti sebuah kelas menulis online.

Awalnya saya ragu karena takut tidak mampu mengikuti proses pembelajarannya. Namun, dengan niat dan tekad untuk meng-upgrade diri, saya akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan KMO Club batch 23.

Setelah bergabung dengan KMO, saya kerap mengikuti berbagai event dan lomba menulis. Dari sanalah saya menjadi punya buku sendiri dan buku-buku itu pada akhirnya perlu kita pasarkan, kan?

Nah, hal inilah yang memantik kesadaran bahwa saya harus melakukan optimasi social media. Masuk komunitas saling follow dan talent management menjadi langkah berikutnya yang saya ambil.

KMO Club: Buat Sejarahmu Sendiri

Slogan Kelas Menulis Online IndonesiaKMO Club adalah salah satu program berbagi dari salah satu komunitas menulis online terbesar di Indonesia, KMO Indonesia. Tendi Murti dan Dewa Eka Prayoga merupakan pendirinya.

Program berbagi yang fokus meningkatkan literasi ini berupa kelas online yang berlangsung lima kali pertemuan dari lima pemateri via telegram. Kenapa free? Tidak lain karena sesuai dengan salah satu visi KMO Indonesia –Kebermanfaatan Secara Ilmu.

Yup, visi besar KMO adalah bagaimana dengan wasilah KMO Indonesia ini, mereka bisa berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa dan negara Indonesia. KMO Indonesia juga mengadakan seminar nasional setiap tahunnya dengan menghadirkan penulis-penulis ternama dengan karya best seller yang telah berkiprah di Indonesia.

Selain kelas gratis, KMO juga mempunyai kelas premium, di antaranya:

  • Kelas Ngedit Naskah
  • Kelas Asik Jadi Layouter
  • Kelas Jadi Buku
  • Kelas Nove Online
  • Kelas Berani Jadi Pujangga
  • Kelas Cerpen Milenial
  • Kelas Kreatif Nulis Skenario
  • Kelas Fundamental Copywriting
  • Kelas Jago Bikin Artikel
  • Kelas Berbisnis Tulisan
  • Kelas Cerita Anak
  • Kelas Bisa Menulis

Materi Meningkatkan Literasi

Pada saat itu, saya masuk KMO Club batch 23. Kemudian batch ini dibagi lagi menjadi kelompok kecil, saya kelompok 3A. Tiap kelompok mempunyai grup WA masing-masing.

Telegram menjadi media pembelajaran karena di sana bisa menampung semua peserta tiap batch-nya. Materi itu meliputi:

  • Lima Kali Pertemuan. Lima materi dibahas secara berkala dan peserta harus mengikuti materi sampai selesai. kalau tidak? Rugi.
  • Lima Mentor Terbaik. Lima mentor terbaik yang KMO Indonesia miliki akan membimbing Anda untuk terus menggali potensi yang dimiliki.
  • Lima Materi Penting. Materi ini membuat Anda lebih mudah berpikir lebih dalam mengembangkan ide tulisan sampai ke bagaimana menjual buku yang sudah diterbitkan.

Lalu, apa 5 materi yang akan dipelajari dan siapa pematerinya ?

  • Materi Pertemuan 1

IKRAR DAN MOTIVASI MENULIS

Oleh: Tendi Murti

  • Materi Pertemuan 2

MENEMUKAN IDE MENULIS

Oleh: Muhammad Anhar

  • Materi Pertemuan 3

JENIS FIKSI DAN NON FIKSI

Oleh: Ernawati Lilys

  • Materi Pertemuan 4

PENTINGNYA EDITING NASKAH

Oleh: Shabira Ika

  • Materi Pertemuan 5

TIPS DAN TRIK MARKETING BUKU

Oleh: Ade Kurniawan

Setelah kelima materi peserta lalui, akan ada pemilihan Abang-Neng Jaga (Duta KMO Indonesia) dan pertemuan virtual via zoom bertajuk Sarasehan (Sambung Rasa Semai Persaudaraan), dan kemudian lanjut Sarapan Kata selama 30 hari. Selain itu juga akan ada program pembuatan antologi yang bisa diikuti oleh setiap peserta yang masih bertahan hingga materi terakhir.

Sarkat (Sarapan Kata)

Buku Solo Putri Sulungku (bukan) Musuhku

Dari semua rangkaian pembelajaran meningkatkan literasi di KMO Club, sarkat ini menjadi bagian yang paling mendebarkan. Sesuai namanya “sarapan”, kami harus mengumpulkan tugas ini setiap hari sebelum jam 6 pagi.

Setiap hari selama 30 hari, kami mesti menyetorkan 300 kata. Saat itu, 300 kata adalah jumlah kata yang amat banyak. Apalagi sarkat ini harus berkesinambungan, sambung-menyambung tiap harinya.

Kami bisa memilih akan menulis fiksi atau non-fiksi. Saat itu, saya memilih fiksi dengan anggapan kalau mandeg, bisa ngarang menulis apa saja yang nyangkut di otak. Yah, walaupun belakangan saya tahu, sekalipun menulis cerita fiksi bergenre fantasi, tetap saja alurnya harus logis. Saat itu yang terpikirkan hanya menulis dan menulis agar tidak di-kick.

Dengan sarkat ini kami dilatih untuk konsiten menulis. Dengan konsisten, insyaallah akan terbiasa. Dari yang awalnya jumlah 300 itu mengerikan, lambat laun jumlah itu tampak lebih mudah kami taklukkan.

Sarkat ini kami posting di aplikasi KBM, sebuah aplikasi membaca dan menulis semacam Watpadd. Postingan tersebut lalu kami tangkap layar dan memublikasikan buktinya ke Instagram dan Facebook. Sungguh hari-hari itu begitu hectic.

Suasana kian riuh saat kami berebut setor list postingan di grup WA. Terkadang, kegaduhannya masih terasa sampai sekarang. Setiap orang berlomba-lomba setor terlebih dahulu karena takut tereliminasi. Apakah saya berhasil melewatinya? Alhamdulillah dari sarkat itu saya jadi punya sebuah buku solo yang berjudul, Putri Sulungku (bukan) Musuhku

Proyek Antologi

Antologi Cerpen Riuh dalam SenyapProyek Antologi menjadi proyek kelompok kecil tiap batch-nya. Kelompok kami sendirilah yang menentukan akan menulis fiksi atau non-fiksi. Kami melakukan voting dan fiksi lebih banyak dipilih.

Setelah sepakat akan menulis fiksi, kami voting lagi untuk menentukan genre tulisan. Semua anggota boleh menyumbang ide, lalu dari ide-ide yang terkumpul kami melakukan voting lagi. Setelah genre, tibalah menentukan judul. Prosesnya sama dengan sebelumnya. Disinilah pentingnya peranan penanggung jawab grup dan ketua kelas demi kenyamanan dan ketertiban.

Untuk cover, pihak KMO menawarkan dua pilihan. Kami voting lagi untuk menentukannya. Pihak KMO telah menentukan jumlah maksimal buku antologi ini. Jumlah maksimal tersebut dibagi jumlah anggota sehingga kami mengetahui berapa lembar jatah cerita pendek masing-masing orang.

Kendala yang kami hadapi saat itu adalah banyaknya anggota yang mampu bertahan sehingga setiap orang hanya mendapat jatah dua halaman. Ini lebih sulit dari menulis lima halaman karena idealnya cerpen itu 5-7 halaman. Namun, hal itu tidak mengurangi kebahagiaan saat buku antologi tersebut akhirnya sampai di pangkuan karena antologi itulah karya cetak pertama saya.

Meningkatkan Literasi bersama KMO Club, Join, Yuk!

KMO club menjadi gerbang bagi saya untuk memasuki dunia literasi. Materinya membimbing saya menapaki dunia tersebut dan sarkat membuat saya belajar tentang disiplin, konsistensi, dan konsekuensi.

Sebelumnya, berikut beberapa alasan orang menulis. Alasannya beragam, barangkali salah satunya bisa menjadi big why kalian dalam menulis, Playmates.

  • Menulis sedang membagi ilmu dgn orang lain
  • Sedang meninggalkan jejak untuk orang yang kita cintai
  • Menulis menjadikan hidup lebih semangat
  • Menulis itu menghimpun pahala
  • Membuat lebih percaya diri
  • Menulis dapat menyembuhkan dan menghambat penyakit
  • Menuangkan ide yang unik
  • Memperbaiki keadaan
  • Menulis berarti sedang belajar
  • Membuat kita lebuh kreatif
  • Sedang menuangkan impian

Motivasi Meningkatkan Literasi

Meningkatkan literasi dengan bergabung KMO batch 23

Pada Materi pertama, Coach Tendi Murti memberikan motivasi pada peserta untuk menulis. Kenapa kita harus menulis? Karena sudah waktunya kita membuat sebuah perbaikan.

Beliau menyebutkan terlalu banyak buku yang merusak pembaca, tetapi kita sebagai penulis terlalu sibuk dengan berpikir bahwa nulis itu bikin kaya.

Memang benar menulis itu bisa membuat kaya. Namun, kaya ini hanya efek saja. Uang itu hanya efek dari sebuah pemikiran besar kita tentang sebuah perbaikan.

Jika kita hanya terfokus pada keuntungan materil, maka Allah akan memberi dan cukup sampai disitu saja.

Akan tetapi, ketika kita punya impian besar untuk memperbaiki keadaan, banyak orang yang akan membantu kita. Masalah dana? Allah yang akan ngatur.

Ini berlaku universal, ya, tidak hanya dalam ajaran Islam, Coach Tendi meyakini di agama lain pun ada. Kegundahan beliau sekarang adalah betapa mahalnya sebuah kebenaran, betapa mahalnya sebuah kebaikan, dan betapa mahalnya sebuah perbaikan.

Hal seperti itu benar-benar membuat beliau tidak bisa tidur. Salah satu kasus yang terus membayanginya adalah guru yg dikeroyok sampai meninggal oleh murid-muridnya. Ini haus kita luruskan dan perbaiki.

Pada saat pemaparan materi, Coach Tendi mengajak peserta untuk berikrar bahwa kami menulis karena sebuah alasan agung. Alasan untuk sebuah kebaikan.

Beliau juga mengajak kami untuk kembali berpikir dan bertanya ke dalam diri kita, motivasi apa yang membuat diri kita harus menulis?

Jika hanya sekadar ingin terkenal, ingin gaya, atau ingin disanjung, beliau menyarankan untuk melakukan hal yang lain saja karena tulisan kita akan berdampak besar bagi yang membacanya.

Lalu ketika kita menulis dan akhirnya dikenal orang? Maka jadikan terkenalnya kita untuk memberi manfaat lebih besar. Kalian masih belum percaya bahwa buku kita akan berpengaruh pada orang lain?

Pengaruh Besar Sebuah Buku

Coba deh renungkan ini. Bukti buku-buku yang berpengaruh dan menggeser sebuah peradaban di dunia:

  • Das Kapital nya Karl Mark. Gara-gara bukunya ini peradaban dunia berubah (terlepas apakah buku itu merusak atau tidaknya, ya.
  • The Origin Of Species nya Charles Darwin. Buku ini berhasil membunuh banyak kulit hitam gara-gara teori Evolusinya.
  • Canon of Medicine nya Ibnu Sina. Buku ini sampe skrng masih menjadi pegangan kedokteran dunia.
  • (Di Indonesia) Dibawah Bendera Revolusinya Ir Sukarno.
  • (Kontemporer) Bidadari Untuk Dewa nya Asma Nadia. Bagaimana seorang remaja bertahan hidup, menikah, kena penyakit langka dan menjadi miliarder.
  • Dan masih banyak buku-buku yang lain yang mengubah wajah dunia (baik ke arah yang lebih baik maupun ke arah yg lebih buruk). Betapa hanya dari sebuah buku, ia mampu mengubah wajah sebuah peradaban.

Ikrar

Ikrar Penulis Peserta KMOSetelah memberikan motivasi, Coach Tendi meminta kami untuk berikrar. Tadinya saya merasa malu untuk mengikrarkannya. Ada perasaan takut orang lain akan menganggap jemawa. Baru bisa menulis beberapa kata saja sudah mengaku sebagai penulis.

Akan tetapi, setelah ikrar ditulis justru saya merasa lebih percaya diri untuk mem-branding diri sebagai penulis. Meskipun masih seorang amatir, saya tetap bangga mennyandang status penulis.

Bukankah penulis itu bukan hanya perihal terkenal dan best seller? Selama kita konsisten menulis dan menebar kebaikan melalui tulisan, kita akan selalu layak menjadi seorang penulis.

Belakangan saya memang tidak terlalu aktif menulis cerita fiksi, tetapi modal kepenulisan yang saya dapat dari KMO Club-lah yang membangun fondasi dan meningkatkan literasi saya. Ilmu dan pengetahuan itu tetap bermanfaat bagi saya sebagai blogger dan influencer di medsos. So, tunggu apalagi, join KMO Club, yuk!

Tinggalkan komentar