Perbedaan EYD dan PUEBI yang Harus Kalian Tahu

Senin malam kemarin, OPREC ODOP memberikan kelas materi yang kece untuk para peserta yang masih bertahan hingga hari ketujuh. Tema materi ketiga tersebut mengenai mengenal EYD, khususnya perbedaan EYD dan PUEBI.

Yoga Palwaguna menjadi narasumber kegiatan tersebut. Acara langsung ke sesi tanya jawab, setelah sebelumnya Kak Yoga men-share file materi. Dia memberi kami kesempatan membacanya dan langsung menerima pertanyaan.

Waktu satu setengah jam tentunya tidak akan cukup kalau Kak Yoga harus menjabarkan materi EYD tersebut, mengingat banyaknya materi EYD V ini.
Pengetahuan tentang EYD dan KBBI memanglah sangat penting bagi penulis.

Dengan dua “alat tempur” inilah seseorang bisa menulis dengan baik dan benar. Dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kita tahu arti sebuah kata, sehingga akan paham bagaimana menggunakannya dengan tepat.

Sedangkan EYD (Ejaan yang Disempurnakan) membantu kita menuliskannya dengan benar.
Aturan EYD dan KBBI itu tidak sedikit. Sehingga, kita tidak akan bisa mengingatnya hanya dalam waktu semalam. Perlu pengulangan agar kata dan aturan itu nempel di kepala.

Semenjak belajar menulis tahun 2020, saya terbiasa menuliskan sebuah kata dalam bentuk bakunya, bahkan dalam chat pun saya seperti itu. Jika baru mengetahui versi baku satu kata, saya langsung praktikkan dalam sebuah chat atau status media sosial.

Akan tetapi, Kak Yoga memberikan insight baru bahwa tidak selamanya kita harus menulis sesuai EYD. Perhatikan juga sasaran pembaca kita dan selingkung penerbit. Meski begitu, itu tidak bisa menjadi alasan kita abai pada EYD.

Meskipun ada editor yang merevisi tulisan, tetapi sebaiknya sebagai penulis pun, kita paham KBBI dan EYD. Biasakanlah untuk swasunting naskah sebelum menyerahkannya pada editor.

Begitu pula bagi blogger, walau tidak bersinggungan dengan editor, artikel rapi seorang blogger akan memikat pembaca.

Sejak 16 Agustus 2022, EYD V mulai berlaku dan menggantikan aturan kepenulisan sebelumnya yang disebut PUEBI. Terus baca artikel ini untuk mengetahui perbedaan EYD dan PUEBI, ya.

Perbedaan EUD dan PUEBI

Perbedaan EYD dan PUEBI yang harus kalian tahu

Pada dasarnya PUEBI dan EYD merupakan hal yang sama. 50 tahun lalu, Pusat Bahasa Kemendikbud meresmikan EYD pertama, sejak itu EYD mengalami lima kali perubahan hingga yang terakhir EYD V. Sedangkan PUEBI merupakan EYD IV.

Istilah PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) hanya dipakai satu kali dalam rentang waktu 2015-2022. Pada perubahan yang kelima, istilahnya kembali pada EYD.

EYD memang lebih populer daripada PUEBI. Bahkan saat masa berlakunya PUEBI, masyarakat umum tetap lebih mengenal EYD. Sehingga pada tahun 2022 namanya kembali ke nama awal.

Apa yang Membedakan PUEBI dan EYD V

Di salah satu bagian file materi yang Kak Yoga Palwaguna bagikan terdapat uraian mengenai beberapa perbedaan aturan antara PUEBI dan EYD V. Berikut poin-poinnya.

Penambahan Monoftong

Dalam EYD Edisi V, terdapat penambahan kaidah baru yaitu penambahan gabungan huruf vokal, yakni monoftong. Monoftong adalah dua huruf vokal yang lebur menjadi vokal tunggal. Monoftong dalam bahasa Indonesia diwakili oleh gabungan huruf vokal eu.

Bentuk “Maha”

Pada PUEBI, penulisan kata “maha” dapat kita gabung dan pisah. Sedangkan pada EYD Edisi V, semua kata “maha” yang mengawali kata dasar yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan, ditulis terpisah dengan awal kapital sebagai pengkhususan.

Penulisan Bilangan

Dalam PUEBI, bilangan yang berupa satu atau dua kata kita tulis menggunakan huruf. Sedangkan dalam aturan EYD V, bilangan yang berupa lebih dari satu kata ditulis menggunakan angka.

Penggunaan Tanda Titik Dua sebagai Pemisah Angka pada Jam

Pada PUEBI, untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu hanya menggunakan tanda titik. Sedangkan pada EYD Edisi V, tanda titik dua juga bisa kita gunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.

Penulisan Judul

Pada PUEBI, tanda petik mengapit penulisan judul. Sedangkan pada EYD V, ada beberapa jenis judul yang penulisannya miring, seperti judul buku, kumpulan cerpen, surat kabar, majalah, jurnal ilmiah, album lagu, acara televisi, siniar, dan film.

Diakritik untuk Huruf (e):

Dalam PUEBI, terdapat tiga penjelasan tentang cara pengucapan huruf (e). Sedangkan pada EYD V hanya ada dua penjelasan tentang cara pengucapan huruf (e). Yang hilang adalah cara pengucapan huruf e seperti pada kata “ember”, “pendek”, “eceng gondok”, dll.

Penutup “Perbedaan EYD dan PUEBI”

Sejak zaman Sekolah Dasar, saya sudah familier dengan istilah EYD. Oleh karena itu, saya merasa kagok kala Pusat Bahasa Kemendikbud mengganti namannya menjadi PUEBI pada 2015 silam.

Istilah PUEBI ini kurang populer di kalangan masyarakat umum. Hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya.

Untungnya, pada tahun 2022, tepat 50 tahun hari jadi EYD I, Pusat Bahasa mengembalikan namanya ke semula, yakni EYD V. Selain perubahan nama, tetdapat juga beberapa perubahan perihal aturannya.

Di antara perubahan itu sebagai berikut: penambahan monoftong, bentuk “Maha”, penulisan bilangan, penggunaan tanda titik dua sebagai pemisah angka pada jam, penulisan judul, dan diakritik untuk huruf (e). Demikian perbedaan EYD dan PUEBI, semoga bermanfaat.

2 komentar untuk “Perbedaan EYD dan PUEBI yang Harus Kalian Tahu”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top