Membangun Personal Branding Sebagai Blogger, Mulai dari Mana?

17 Agustus 2022 – Tahun 2020 menjadi permulaan bagi saya dalam mengikrarkan diri sebagai penulis. Saya sudah punya satu buku solo dan delapan buku antologi. Dalam perjalanannya, ternyata saya menemukan bahwa blogging juga menyenangkan dan mulai membangun personal branding sebagai blogger.

Pada awalnya ada perasaan tidak percaya diri saat memperkenalkan citra diri sebagai blogger. Memang sebagus apa sih tulisanku sampai berani mengaku sebagai blogger? Terus pencapaian apa saja yang telah kuraih di dunia blogging?

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu terus mengganggu dan makin menebalkan rasa minder. Namun, setelah saya renungkan, tidak akan ada orang yang tiba-tiba menjadi besar. Semua orang mempunyai langkah pertamanya dalam meraih kesuksesan.

Justru makin cepat kita mencitrakan diri sebagai blogger, makin kuat pula fondasi dalam blogging. Sehingga nantinya kita tinggal memoles saja.

I’m A Lifestyle Blogger and I’m Proud of It

Blog Ulasan Monica by Monica RasmonaSaat memutuskan untuk melakukan personal branding sebaiknya kita sudah menentukan citra seperti apa yang akan ditampilkan. Hal ini kembali pada strong why kita dalam blogging dan niche blog.

Untuk saat ini niche blog saya masih gado-gado, jadi saya ingin mem-branding diri sebagai lifestyle blogger. Saya menulis bermacam tulisan, seperti tulisan review, how to, cerpen, atau sekadar curhat.

Sebenarnya saya mempunyai ketertarikan untuk menjadi book reviewer, tetapi untuk saat ini agak susah mengatur waktu agar bisa membaca buku secara rutin. Saya biasanya membutuhkan waktu hampir satu bulan untuk menamatkan satu buku. Hal ini tentunya akan menghambat kuantitas tulisan.

Keunikan blog saya adalah adanya label cerpen. Sampai saat ini saya masih mem-branding diri sebagai author juga dan insyaallah tahun ini akan merilis buku solo kedua.

Selain itu, saya tidak menampakkan wajah di media sosial. Menurut saya itu pun merupakan sesuatu yang unik. Untuk menggantikan foto diri, saya punya logo tetap yang menggantikannya.

Secara personal, saya ingin orang-orang mengenalku sebagai blogger muslimah penyebar tulisan yang tidak bertentangan dengan agama. Karena hal itu, saya menghindari menulis sesuatu yang berhubungan dengan judi, pornografi, miras, riba, dan lain sebagainya.

Untuk kekurangan tentunya yang paling kentara terletak pada kualitas tulisan. Oleh karena itu, saya tidak akan berhenti belajar agar kualitas tulisan makin bagus.

Membangun Personal Branding sebagai Blogger

Kartu Nama Monica RasmonaSetelah memutuskan ingin orang lain kenal sebagai blogger seperti apa, kini saatnya kita bergerak untuk membangun personal branding. Kita bisa melakukan hal-hal di bawah ini. Yang perlu kita ingat semuanya butuh proses dan memakan waktu yang tidak singkat.

Tidak menutup kemungkinan di tengah jalan kita bisa merasa jenuh. Namun, itu bisa diatasi dengan senantiasa mengingat apa the big why kita dalam blogging. Tentunya kita boleh rehat sejenak, sebelum kembali berkutat dengan apa yang telah kita mulai.

Menggunakan Nama Asli

Penggunaan nama asli akan memudahkan orang lain menemukan kita di media sosial. Nama asli ini sebaiknya kita pakai di blog personal karena yang di-branding-nya nama itu sendiri. Kalaupun tidak ingin menggunakan nama asli, kita bisa menggunakan nama pena. Tentu nama itu harus selaras dengan nama yang kita cantumkan di media sosial.

Dengan menggunakan nama asli atau nama pena yang jelas juga, membuat nilai kepercayaan google dan pembaca terhadap kita meningkat. Sehingga performa blog pun turut meningkat.

Menyematkan Blog dan Blogger pada Bio Media Sosial

Media sosial biasanya mempunyai beberapa pilihan profil pengguna, personal dan profesional. Sebagai blogger, baiknya kita memilih profil profesional dan menyematkan blogger sebagai identitas.

Hal ini memudahkan orang lain mengidentifikasi profil kita. Tentunya penyematan ini harus terus kita barengi dengan tulisan yang rilis. Apalah gunanya mengaku blogger, tetapi jarang sekali menulis artikel.

Untuk lebih memantapkan, di bio juga sematkanlah tautan blog agar profil kita sebagai blogger lebih meyakinkan.

Sharing Artikel Blog di Media Sosial

Setelah mem-posting sebuah artikel, baiknya langsung share di media sosial. Hal ini memudahkan tulisan kita dibaca, tinggal klik tautannya saja. Pada tautan tersebut, tulislah takarir pendek yang menggambarkan isi tulisan. Jangan ujug-ujug posting tautan tanpa penjelasan apa pun.

Bergabung dengan Komunitas Blogger

Berada di lingkungan yang sefrekuensi tentunya memiliki banyak manfaat. Kita bisa memperluas jaringan sambil menguatkan tekad dalam blogging. Hal itu juga akan makin menguatkan branding sebagai blogger. Apalagi jika kita menjadi member yang aktif, tidak sekadar menjadi penyimak. (Nunjuk ke diri sendiri)

Ikut Kelas Blogging

Untuk meningkatkan kualitas, kita bisa bergabung dengan kelas blogging. Banyak kelas yang menawarkan pembelajaran blogging. Untuk saat ini saya masih menjadi penikmat kelas gratis. Tulisan saya mengalami banyak perbaikan setelah mengikuti kelas.

Apalagi kalau mengikuti yang berbayar, tentunya lebih banyak kelebihan yang ditawarkan. Dengan makin meningkatnya kualitas diri sebagai blogger, makin melekat pula identitas seorang blogger pada diri kita.

Daftar Job Blog

Untuk permulaan mungkin belum ada yang menawarkan job pada kita. Jangan berkecil hati, kita bisa menjemput bola dengan daftar job blogging. Makin sering kita mendapatkan job, makin banyak juga yang mengenal kita sebagai blogger.

Hal ini tentunya harus kita barengi dengan peningkatan performa blog, karena masing-masing klien memiliki standar yang berbeda.

Penutup

Setiap melakukan sesuatu, tentunya kita harus mempertimbangkan pula aspek kebermanfaatannya. Berikut manfaat membangun personal branding:

  • Meningkatkan kemampuan diri
  • Meningkatkan rasa percaya diri
  • Memperluas jaringan
  • Menambah nilai diri di mata orang lain

Membangun personal branding sebagai blogger tidak hanya bisa dilakukan blogger-blogger yang telah mengecap kesuksesan. Blogger pemula pun wajib melakukannya untuk memperkenalkan citra diri yang ingin dibentuk. Jangan malu, jangan minder. Yuk, ambil langkah awalmu dari sekarang.

Tinggalkan komentar