Kisah Lainnya, Catatan Gugus Kejadian 2010-2012

Ada nggak, sih, yang nggak kenal dengan Ariel dan kawan-kawan? Rasanya semua pasti bakalan tahu, terutama generasi 90-an seperti saya. Selain meluncurkan banyak album, mereka juga merilis buku Kisah Lainnya, ada yang sudah baca?

Saya pertama tahu band bernama Peterpan kala duduk di bangku sekolah menengah pertama, sekitar tahun 2002. Pada tahun tersebut mereka mengeluarkan single “Mimpi yang Sempurna”.

Sejak saat itu saya selalu suka lagu-lagu yang mereka ciptakan dan bawakan. Liriknya banyak mengandung makna tersembunyi, ya, meskipun saya hanya bisa menebak-nebak, “apa benar lagu ini maksudnya begini?”

Saya tumbuh bersama lagu-lagu mereka sehingga kini tiap mendengar lagu lama Peterpan, beribu kenangan pun ikut memburu. Dari band cafe, mereka menjelma menjadi band papan atas yang mampu bertahan selama dua dekade.

Kisah Lainnya

Menurut pengamatan saya, Ariel dan kawan-kawan bukan tipe selebriti pencari sensasi. Namun, tetap saja perjalanan karier mereka menjadi bahan pembicaraan publik, baik dari segi positif maupun negatif.

Di tengah benderangnya karier bermusik, terselip kerunyaman yang berdampak pada keberlangsungan band tersebut. Tak ada gading yang tak retak, mereka pun memiliki noktah hitam yang tersemat, terutama pada sosok sang vokalis.

Insiden pertama, saat dia dituduh tidak mau bertanggung jawab atas apa yang tejadi pada kekasihnya. Hal ini menyedot perhatian publik dan menimbulkan kesalahpahaman. Sedang, kejadian kedua adalah perihal video yang menghebohkan itu.

Setelah semua kehebohan itu berlalu, hadirlah sebuah catatan yang menjadi refleksi atas rentetan kejadian pada 2010-2012. Buku ini menuliskan kisah lainnya. Kisah lain di balik kesuksesan besar mereka yang seringnya luput dari atensi.

Ini adalah cerita tentang usaha dan harapan untuk bangkit. Bangkit dari keterpurukan dan bersama-sama membangun kembali puing-puing kejayaan. Penasaran? Let’s check this out!

Identitas Buku

Identitas Buku Kisah Lainnya by Ariel dkk

  • Judul: Kisah Lainnya, Catatan 2010-2012
  • Penulis: Ariel, Uki, Lukman, Reza, David
  • Editor: Carry Nadeak, Candra Gautama
  • Perancang Sampul: Ariel, Xantalia
  • Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) dan Musica Studio’s
  • Jumlah Halaman: 228
  • ISBN-13:978-979-0482-3
  • Cetakan Pertama, Agustus 2012

Ringkasan Buku

Suatu malam saat Ariel sedang rapat dengan rekan-rekannya, satu kabar mengejutkan datang tentang menyebarnya sebuah video. Tiba-tiba saja bayangan tentang masalah besar yang akan segera menghampiri mengacaukan pikirannya.

Setelah melalui pergulatan pikiran yang sengit di rumah persembunyian pada tanggal 23 Juni 2010, Ariel menyerahkan diri. Dia pikir, pihak berwajib paling hanya akan menahannya selama empat hari. Pada kenyataannya, empat hari itu menjadi dua tahun satu bulan kurungan, atau lebih tepatnya 750 hari.

Kemudian Ariel menjadi tahanan Bareskrim. Di sana dia berkenalan dengan banyak macam orang. Ada dua ompung, Pak Ustadz, si pelaut, Pak Sekda, dan yang lainnya. Meskipun di penjara, Ariel tetap bisa mengambil banyak hal positif, baik dari sesama tahanan, maupun dari perenungan tentang apa yang terjadi pada dirinya.

Ariel mengisi waktu di sana dengan menulis puisi, menggambar, dan membuat kaligrafi. Dia berada di Bareskrim selama 120 hari. Karena Jaksa menerima kasusnya alias P21, Ariel lalu dipindahkan ke Rutan Kebon Waru di Bandung. Selain memikirkan apa yang sedang dan akan terjadi, Ariel pun sering menengok masa lalu untuk sekadar belajar darinya.

Awal Semula

Ariel memulai perjalanan musiknya ketika masih duduk di bangku SMP. Berawal dari membentuk band bersama teman-temannya, gonta-ganti personel, bahkan gonta-ganti nama band. Hingga pada akhirnya dia berlabuh pada satu nama, Peterpan.

Peterpan hadir saat band-band besar masih mendominasi belantika musik Indonesia. Ia merangsek menembus dominasi itu. Peterpan memulainya dengan album kompilasi Kisah 2002 Malam, single Mimpi yang Sempurna mengantarkan Peterpan dikenal masyarakat.

Album pertama yang bertajuk Taman Langit diterima dengan baik para penikmat musik. Kemudian di album kedualah (Bintang di Surga) Peterpan mendulang kesuksesan besar. Setelah itu, album Alexandria menjadi album terakhir bagi Andhika dan Indra di Peterpan. Sedangkan yang tersisa tetap melanjutkan band walau harus berjalan tanpa keduanya.

Kembali ke Titik Nol

Kisah kembali pada Ariel yang harus mendekam di Kebon Waru. Akibat kasus itu banyak rencana yang sudah dirancang matang terpaksa gagal dieksekusi. Bukan hanya dia yang terdampak, para personel band dan para kru mengalami hari-hari yang berat selama dua tahun itu.

Dunia tiba-tiba saja berubah, yang tadinya banyak jadwal konser menjadi hari hampa tanpa pekerjaan yang pasti. Selain itu, dia harus menghadapi pandangan sinis orang-orang.

Kebon Waru tentunya lebih luas dari Bareskrim. Lebih banyak orang, lebih banyak kegiatan yang bisa Ariel ikuti, dan lebih banyak cahaya matahari yang menyinari. Menjelang masa tahanan berakhir, sang vokalis menjalani proses asimilasi di sebuah perusahaan jasa arsitek. Sebelumnya juga Ariel sempat mengeluarkan single berjudul Dara.

Sedangkan para personel band yang lainnya menggarap album Suara Lainnya, sebuah album instrumental yang berkolaborasi dengan banyak musisi. Sebuah kekuatan telah mempertemukan mereka satu per satu, dengan cara yang tidak bisa diterka oleh siapa pun.

Ariel, Uki, Lukman, Reza, dan David telah sampai di sebuah persimpangan dari setengah perjalanan, dan mereka masih berkumpul di persimpangan itu. Mereka sudah bersiap mengerjakan apa yang bisa dilakukan di masa depan. Mereka akan meneruskan perjalanan.

Ulasan Buku Kisah Lainnya

Ulasan Kisah Lainnya, Catatan 2010-2012

Saya excited saat tahu Ariel, Uki, Lukman, Reza, dan David akan meluncurkan sebuah buku. Selain karena memang gemar membaca, saya juga tertarik dengan kisah mereka.

Kisah ini sebagian besar Ariel yang tulis, tetapi ada dua bagian di mana Uki, Lukman, Reza, dan David mengambil bagian. Itu adalah pada saat mereka menceritakan perjalanan karier Peterpan dan saat Ariel sedang berada di rumah tahanan.

Buku ini terbagi menjadi delapan bab, yaitu:

  • Kata Pertama dan Terima Kasih
  • Suatu Hari di Bulan Mei
  • Musik Bagian dari Hidup Kami
  • Ketika Bintang Terang Menyinari Peterpan
  • Yang lepas dan Yang Terhempas
  • Jiwa-jiwa Baru
  • Menyongsong Hari yang Cerah
  • Tentang Takdir dan Kehidupan

Saya tidak ingat berapa persisnya harga buku ini, tetapi yang pasti di bawah seratus ribu rupiah. Untuk harga segitu, saya pikir buku ini memberikan kualitas yang bagus. Di dalamnya terdapat beberapa puisi dan gambar-gambar coretan Ariel. Selain itu juga, ada foto-foto berwarna.

Yang saya suka dari kisah mereka adalah tidak adanya sikap menyalahkan dari Ariel pada keadaan atau pihak lain. Tidak ada pula pembelaan diri. Dia menuliskan segenap rasa dalam penggalan puisi di bawah ini.

Saya hanya akan berkata pada Tuhan, bersuara pada yang berhak. Berkata pada diri sendiri, lalu diam kepada yang lainnya. Lalu biarkan seleksi Tuhan, bekerja pada hati setiap orang.
– Bareskim 2010

Rekan-rekannya pun menerima meski mereka terdampak, baik secara finansial maupun sosial. Mereka setia menanti sang vokalis hingga kembali menghirup udara bebas.

Yang menjadi poin penting buku Kisah Lainnya adalah bagaimana mereka bertahan saat terjatuh dari panggung popularitas yang tinggi. Berdamai dengan keadaan saat mereka terlempar ke palung cobaan, lalu bangkit lagi untuk bersiap terbang menuju tempat yang lebih tinggi.

Penutup`

Beberapa waktu lalu, lagu Separuh Aku sering kembali terdengar. Usut punya usut, lagu itu memang sengaja digaungkan untuk menyambut hari jadi Noah yang ke-13 pada tanggal 2 Agustus. Waktu terasa cepat berlalu, ya, Playmates.

Separuh aku itu istimewa karena lagu tersebut menandai comeback-nya Ariel cs setelah sebelumnya sang vokalis harus mendekam di penjara. Selain itu, momen tersebut juga merupakan kali pertama mereka muncul di depan publik dengan mengusung nama baru.

Kembalinya para musisi tersebut tidak hanya menimbulkan euforia bagi Sahabat Noah, tetapi juga pada masyarakat luas. Kehadiran Noah kala itu tepat pada saat masyarakat mulai bosan dengan dominasi boyband dan girlband. Sehingga, muncullah jargon “Ariel bebas, boyband tewas”.

Tidak lama setelah nama Noah diperkenalkan, masih di bulan yang sama, mereka meluncurkan sebuah buku. Buku Kisah Lainnya bercerita tentang bangkit dari keterpurukan dan bersama-sama membangun kembali puing-puing kejayaan. Kalian tertarik untuk membacanya, Playmates?

7 pemikiran pada “Kisah Lainnya, Catatan Gugus Kejadian 2010-2012”

  1. Jadi mengingat kilas balik cerita si A ini. Memang agak disayangkan di saat lagi naiknya nama band mereka, tersandung kasusnya yang memang tabu banget saat itu. Pastinya sangat berdampak ya buat finansial anggota band lainnya. Tapi untung aja sesama anggota bandnya cukup solid ya

    Balas
  2. Ahh, peterpan ini salah satu band yang lagunya paling sering dibawakan pas aku masih ikut band di SMP-SMA. Hahahaha… Salah satunya mimpi yang sempurna dan bintang di surga. Astaga! bikin rindu. Hehehe..
    Dan baru tahu lho kalau Ariel,dkk ini bikin buku. 😀

    Balas
  3. Bangkit dari keterpurukan dan kebersamaan mereka menghadirkan inspirasi bahwa luka bukanlah akhir, melainkan kembali melangkah bersama yang membuat perbedaan. Kisah ini mengingatkan bahwa fondasi terkuat sebuah band adalah persahabatan yang tetap kokoh, bahkan saat diuji.

    Balas
  4. ini berarti buku biografi ya Teh,penasaran ingin baca juga
    Setiap orang punya masa lalu, sehitam-hitamnya orang ada putihnya, seputih-putihnya orang ada hitamnya.
    “Setidaknya seseorang bisa mengambil hikmah dari yang terjadi dan tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan, karena kita hidup untuk hari ini dan esok dan hari ini harus lebih baik dari kemarin”
    sekilas ini yang saya tangkap dari reviewnya

    Balas
  5. Dari Ariel ini kita belajar banyak Hal bahwa menjadi kuat itu penting. Bisa bangkit dari keterpurukan Dan tetap survive hingga sekarang, itu hebat. Aku nggak banyak tahu kisah survivenya Ariel, tapi dari mbak Bulan yang nggak kalah hebat. Rupanya pasangan ini punya karakter yang hampir mirip yang nggak mau kalah dengan keterpurukan.

    Balas
  6. Aril ini serba bisa, ya. Aku pernah dengar di salah satu podcast kalau dia pernah tinggal di Aceh Timur dan kerjanya berkelahi. Tapi ngelihat dia yang multi talenta begini, siapa sangka kalau itu ucapan serius.

    Balas

Tinggalkan komentar