Dewi Lestari dalam Rapijali 3 Kembali

Berbicara tentang Dewi Lestari memang tak ada habisnya. Semua bukunya best seller dan ketika dia mengalihwahanakannya menjadi film pun tidak ada yang gagal, selalu trending topic. Sang Ibu Suri pun menjadi salah satu penulis Indonesia paling sukses.

Menurut pandangan saya yang sotoy ini, dengan segudang prestasi dan bakat, sosok Dee sangat humble. Ini bisa kita lihat di social media. Dia begitu membumi dan berinteraksi dengan followers dengan akrab. Saya kerap melihat ibu dua orang anak ini rajin membalas komentar netizen.

Ada fakta tentangnya yang cukup mengejutkan. Ternyata istri mendiang Reza Gunawan ini merupakan kakak dari vokalis Mocca, Arina. Keren! Sekeluarga berbakat dalam bermusik. Selain itu, Dewi kerap terlihat berbagi momen spesial dengan adik iparnya, Sharena Gunawan yang merupakan istri Ryan Delon. Keluarganya nge-hits abis, ya.

Dewi Lestari

Dewi Lestari Simangunson. Dari namanya, kita tahu dia merupakan boru batak. Namun, kalau mendengarnya berbicara meni Sunda abis. Ya, pastinya itu karena perempuan yang kerap berambut pendek itu sudah lama tinggal di Kota Kembang.

Sosoknya itu mengingatkan saya pada para seniman berdarah Sumatra lain yang sangat fasih menuturkan bahasa Sunda, seperti Ariel Noah dan Choky Sitohang. Saya sebagai orang Sunda saja takjub kalau mereka sudah memperlihatkan ke-Sunda-annnya.

Di bagian akhir buku-buku yang Dewi tulis, kita tahu bahwa dia lahir di Bandung, 20 Januari 1976. Wah, bahkan dari lahir sudah berada di ibu kota Jawa Barat ini. No wonder she is fluent to speak Sundanese.

Serial Supernova merupakan debut Dee dalam kancah sastra. Judul pertama dari serial tersebut adalah Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh, lalu Akar, Petir, Partikel, Gelombang, dan yang terakhir Intelegensi Embun Pagi.

Karya terbaru dari Dewi Lestari adalah serial Rapijali. Serial ini terdiri dari tiga buku, yakni Rapijali 1 (Mencari), Rapijali 2 (Menjadi), dan terakhir yang kita akan bahas kali ini, Rapijali 3 (Kembali).

Rapijali 3 Kembali by Dewi Lestari

Dewi Lestari dalam Rapijali 3 Kembali

Dee terlebih dahulu merilis trilogi Rapijali ini dalam bentuk cerbung digital. Kala itu saya mengikuti keseruan para pencinta karya Dee dalam mengulas kisah tentang Ping ini. Namun, saya tidak bergabung dengan keseruan tersebut karena hingga kini saya masih penikmat buku fisik.

Maka dari itu, saya menunggu dengan sabar pihak penerbit menerbitkan karya terbaru Dewi tersebut. Meskipun harus menunggu cukup lama, penantian itu terbayar manis saat buku-buku itu berada di pangkuan.

Saya sudah menulis ulasan Rapijali 1 dan Rapijali 2. Yuk, kita lanjutkan keseruan bertualang dalam rangkaian kata magis dari penulis favorit kita semua ini.

1. Deskripsi Buku

  • Judul : RAPIJALI 3 (Kembali)
  • Penulis : Dee Lestari
  • Tebal: 756 Halaman
  • Penerbit : Bentang Pustaka
  • Cetakan Pertama, Desember 2021

2. Sinopsis

Delapan tahun kemudian, semua orang telah berproses pada jalannya masing-masing. Sebagian besar telah menjalani hidup yang berjauhan satu sama lain. Malah kebanyakan memang sengaja menjauh.

Ping telah mendapatkan segala mimpinya di dunia musik, karier yang cemerlang dan materi yang bergelimang. Namun, kesuksesannya itu malah mengantarkan dirinya ke ruangan seorang psikiater.

Saat mulai memasuki dunia musik profesional, Pedro menggandeng tangan Ping dan mengantarkannya sampai ke puncak popularitas. Waktu dan kebersamaan bersama Pedro membuat Ping melupakan Rakai.

Di saat semua telah berada dalam genggaman, Ping justru merasa kehilangan dirinya. Panggung tak lagi menjadi tempat ternyaman. Gadis itu beberapa kali kehilangan kesadaran saat tampil dan itu tentu berimbas pada kelangsungan kariernya. Oleh karena itu, Pedro menyarankan untuk break sampai kondisi Ping pulih.

Apa Kabar Rapijali?

🌟 Meskipun mengambil kuliah double degree, Rakai memilih berkarier di bidang Ekonomi. Dia total mundur dari dunia musik. Musik terlalu banyak memberinya luka yang berwujud ayahnya dan Ping. Selain bekerja, triathon menjadi kegiatan pilihannya.

Olahraga itu memberikan warna baru dalam hidup, terutama kedekatannya dengan seorang gadis. Gadis itu memesona, tetapi potongan hatinya telanjur menetap di genggaman gadis masa lalu.

🌟 Setelah lulus dari Pradipa Bangsa, Jemi langsung bertolak ke Amerika. Kuliah menjadi alasannya menjauh. Namun, sebenarnya dia hanya ingin menghapus memori tentang seseorang.

Gadis itu telah menemukan hidup yang tenang dan damai di sebuah apartemen sederhana. Meskipun bekerja di perusahaan yang tidak besar, dia bangga dan nyaman karena tidak ada yang memperlakukannya sebagai nona muda dari keluarga Hartanto.

🌟 Kecerdasan membawa Inggil pada karier yang mentereng. Dia tidak lagi tinggal di Gang Bahari. Perjalanan perekonomian dan percintaannya mulus bak jalan tol. Hal yang mengganggunya hanya Bapak yang tidak mau diajaknya pindah rumah.

Inggil kerap menemani Rakai mengikuti pertandingan Triathon. Selama delapan tahun mereka tidak kehilangan kontak. Masih bersama, masih berbagi cerita. Padahal waktu sekolah Inggil lebih dekat pada Ping.

🌟 Seperti yang sudah orang banyak tahu dan ramalkan, Buto pasti menjadi seorang pengacara, mengikuti jejak sang ayah. Dengan privilege dan bakat yang dia punya, itu merupakan sebuah keniscayaan.

Kisah asmaranya bersama gadis pujaan sejak SMA, Andrea, tidak mengalami banyak drama. Andrea ini menjadi teman pertama yang Jemi temui saat berada di Jakarta.

🌟 Menjadi anggota pertama dari band Rapijali yang terjun ke dunia musik profesional tidak menjadikan Lodeh meraih kesuksesan panjang. Dia sempat mengecap sukses itu sesat, tetapi mental yang tidak kuat membuatnya kembali ke titik nol, bahkan minus.

Pergaulan pemuda yang kurang baik di Gang Bahari berdampak negatif pada kehidupan dan karier Lodeh. Dia terjerumus pada dunia kelam yang memaksanya terus menerus membuang uang.

Apa Kabar Masa Lalu?

Rapijali 3 Karya Dewi Lestari

🌟 Oding telah menjadi peselancar dunia. Dia melanglang buana, tak lagi menetap di kampung halaman tercinta. Pemuda itu jarang pulang. Ada sesuatu yang membuatnya gamang tentang definisi rumah.

Dengan badan tegap dan nama terkenal menjadikan Oding tak sulit memikat gadis mana pun. Pemuda itu tidak mempunyai hasrat untuk mendekati, tetapi saat didekati dia pun tidak menolak. Sehingga dia terjebak dalam hubungan yang rumit.

🌟 Ardi, sang biang dari kehebohan yang mencuat di kehidupan keluarganya, mengalami perubahan drastis, terutama dari segi spiritual. Dia pergi ke India untuk mencari ke tenangan dan kembali ke Jakarta dengan sosok yang baru.

Bukan hanya perubahan di dalam, penampilan Ardi pun kini sangat jauh berbeda dengan saat masa sekolah. Pemuda itu telah berdamai dengan masa lalu yang sangat dia benci. Saudara Ping ini bahkan tak bosan mengajak ibunya untuk menjauh dari segala kebencian.

🌟 Guntur akhirnya menikahi Dahlia. Pernikahan itu tentunya kontroversial karena pasangan itu berbeda etnis dan agama. Apakah mereka peduli? Tentunya tidak, yang penting mereka saling memiliki. Selain itu tidak ada yang penting.

Setelah kalah dalam pemilihan gubernur, Guntur bergabung dengan partai politik yang Dahlia dirikan. Mereka masih berkiprah di kancah perpolitikan.

🌟 Sebelum Guntur dan Dahlia menikah, Sarnita terlebih dahulu memiliki keluarga baru. Meskipun keluarga barunya tampak harmonis, tetapi dia masih menyimpan bara kebencian terhadap mantan suami.

Reuni Akbar

Reuni akbar menjadi momen berkumpulnya kembali alumni Pradipa Bangsa dari semua angkatan. Jemi sudah ada di Jakarta karena sebelumya sang nenek mewajibkan semua anggota keluarga pulang, tak peduli di belahan dunia mana pun mereka berada. Jadi Jemi bisa sekalian menghadiri reuni akbar.

Inggil dan Buto tidak punya alasan tidak menghadirinya. Sedangkan Rakai yang enggan datang akhirnya hadir juga setelah Ping mengonfirmasi akan absent pada acara langka tersebut. Tadinya kepala sekolah meminta bintang itu mengisi acara, tetapi dia menolak.

Akhirnya Lodeh yang menjadi bintang tamu. Dia tampil lebih percaya diri, tetapi kualitas suaranya mengalami penurunan. Tidak ada yang peduli akan hal itu, semua larut dalam suasana hangat dan meriah.

Di akhir penampilan, sang vokalis memanggil anggota band-nya yang lain untuk naik ke panggung. Ditodong sorak sorai alumni yang meneriakkan nama RAJALI (tanpa Ping), mau tidak mau mereka naik panggung untuk sebuah penampilan nostalgia.

Kembali ke Awal Semula

Ternyata penampilan dadakan di acara reuni itu bukanlah kali terakhir Rapijali berkumpul. Tiba-tiba saja pihak TVRI menghubungi Inggil. Mereka menjelaskan bahwa Rapijali masih punya utang kontrak berupa penampilan dan perilisan satu single lagu.

Inggil yang merasa tidak punya kapasitas di bidang hukum langsung menyerahkan urusan ini pada Buto. Pengacara muda itu mencari celah agar Rapijali bisa menghindar. Namun, kontrak lama itu sah secara hukum.

Agar tidak mendapatkan somasi, mereka terpaksa menjalani kesepakatan kontrak yang dulu Inggil asal tanda tangani itu. Rapijali punya waktu satu bulan, tetapi mereka hanya bisa berlatih satu kali per pekan.

RAJALI mulai berlatih sebisanya. Mereka harus membawakan lagu ciptaan sendiri. Sialnya, satu-satunya lagu mereka hanya Rumah yang Baru, lagu duet Ping dan Rakai. Mereka memutuskan Lodeh yang menyanyikannya sendiri. Seperti yang sudah bisa diprediksi, lagu itu menjadi kehilangan nyawanya.

Di tengah latihan yang tidak memuaskan, Lodeh malah membuat ulah. Polisi menangkap bapak satu anak itu. Meskipun tes urine-nya negatif, Buto tidak bisa menerima lagi dirinya di band karena itu terlalu berisiko untuk nama baik keluarganya dan keluarga Jemi.

Merasa di ujung tanduk, Inggil akhirnya menghubungi Ping dan mengajaknya untuk kembali bergabung dengan Rapijali. Ping tertarik dengan ajakan tersebut.

Berkumpul bersama kawan lama tentu bisa menjadi angin segar di tengah perjalanan karier dan asmaranya yang berantakan. Namun, bagaimana dengan Rakai? Apakah dia bisa menerima dirinya kembali bergabung dengan Rapijali?

Cinta Lama Belum Kelar

Sebelum kembali berada di Jakarta dan Inggil menghubungi, Ping memutuskan ikut liburan bersama Ken Ikeda dan teman-teman arisannya ke Lombok. Ken adalah penata busananya semenjak dia masih di Rapijali.

Begitu tiba di Lombok, Ping bukannya ikut agenda acara Ken, dia malah nekat mencari Oding. Ya, di sana sedang ada kompetisi surfing Internasional. Ping yakin Oding pasti ikut serta dalam acara tersebut.

Dengan modal nekat dan sendirian, Ping menyambangi Oding. Gadis itu mulai menyadari perasaan sesungguhnya pada si sahabat lama. Dia sangat menyesal dulu pernah menolaknya.

Ping berhasil menemukan Oding, tetapi semua tidak sama lagi. Ada seorang gadis yang terus menempel pada pemuda itu. Lebih jauh lagi, Oding menunjukkan sikap waspada pada perasaan yang kini Ping tunjukkan terang-terangan.

Dia menganggap dirinya hanya sebagai tempat peristirahatan gadis itu. Saat Ping ingin melanjutkan perjalanan, Oding meyakini dia akan kembali ditinggalkan.

Di hubungan masa lalu rumit lainnya pun Rakai dan Jemi masih berkutat dengan masalah yang sama dengan delapan tahun lalu. Perbedaan status yang terlalu jauh membuat Rakai rendah diri. Di sisi lain, Jemi merasa tidak diperjuangkan.

Orang baru datang silih berganti, tetapi ketika bertemu lagi dengan orang lama, perasaan kembali tidak menentu. Namun, Rakai yakin bisa menjalin kembali hubungan baik dengan Jemi tanpa ada perasaan yang terlibat.

Akan tetapi, buto berpendapat itu tidak mungkin. Hanya ada dua kemungkinan di dalam hubungan Rakai dan Jemi. Kalau tidak naksir, ya, patah hati. Tidak akan pernah menjadi sesuatu di antaranya.

Jawaban dari Semua Pertanyaan

Dewi Lestari dalam Rapijali 3 memberikan semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut.

  • Berhasilkah Rapijali membayar utang kontrak pada TVRI?
  • Apakah Ping dan Lodeh turut serta dalam project tersebut?
  • Bisakah Rakai berdamai dengan Ping?
  • Dapatkah Rakai berdamai dengan ibunya dan mampu menerima ayahnya?
  • Bagaimanakah akhirnya hubungan Ping dengan Guntur dan Ardi?
  • Mampukah Ping meyakinkan Oding bahwa pemuda itu bukanlah sekadar tempat peristirahatan?
  • Namun, sayangnya Oding hilang di Sungai Kampar. Dapatkah Ping menemukannya?
  • Ping kerap mendengar suara-suara yang hanya bisa didengar olehnya, apakah itu?
  • Sanggupkah Rakai dan Jemi menantang segala perbedaan?

Temukan semua jawabnya di novel Rapijali 3 (Kembali) karya Dewi Lestari ini, ya, Playmates.

3. Ulasan

Ending Rapijali 2 itu membuat hati melayang, tetapi awal Rapijali 3 membuat jiwa nelangsa. Bagaimana tidak, semua terasa berbeda dan tercerai berai. Saya kurang puas dengan penggambaran romansa Ping dan Rakai. Baru saja jadian, eh di Rapijali 3 dapat kabar mereka putus.

Yang lebih bikin senewen, Ping malah jadian dengan Pedro. Ya, meskipun di awal cerita mereka langsung diceritakan putus juga. Di sini saya agak gemas sama Ping. Awalnya dekat dengan Oding, pindah ke Jakarta mulai suka sama Rakai. Eh, pas udah jadian sama Rakai, malah terpesona sama Pedro.

Di kisah ini saya agak terkecoh, awalnya mengira Ping itu ujungnya bakalan sama Rakai, manis banget kisahnya di ending Rapijali 2. Namun, baru awal-awal baca Rapijali 3 saja saya sudah menduga bahwa mereka tidak ditakdirkan untuk bersatu.

Meskipun cerita fiksi, semua tahu Dee kerap melakukan riset mendalam untuk ceritanya. Begitupun dengan situasi sungai kampar tempat Oding berburu ombak jurig untuk ditunggangi. Saya takjub ternyata ada juga sungai yang memiliki ombak, bukan hanya pantai.

Saya sampai mencari video sungai Kampar di media sosial. Pantas saja ada ombaknya, sungainya juga memang seperti laut. Tadinya di otak saya otomatis tervisualisasikan kalau sungai itu, ya, kecil sebagaimana ukuran kebanyakan sungai. Kini saya punya pengetahuan baru.

Ada satu hal yang masih menjadi misteri. Di narasi pun tidak secara gamblang disebutkan suara apa yang selama ini menuntun Ping. Apakah itu suara alam? Ping kan punya pendengaran yang istimewa, bisa jadi dia bisa mendengar “perkataan” alam. Atau itu suara ibunya? Saya juga kurang yakin.

Lebih jauh lagi, saya rasa novel ini kurang aman untuk anak di bawah umur. Untuk Rapijali 1 okelah. Rapijali 2 mulai ada nyerempet-nyerempet. Dan, di Rapijali 3 ada beberapa adegan yang wah. Semua kembali ke preferensi masing-masing, ya, Playmates.

Penutup

Bagi saya novel dengan tebal 700an halaman itu wow banget. Untungnya, ini seri terakhir, jadi meskipun lembarannya bikin ngeri, saya terus “melahapnya”. Saking penasaran bagaimana kelanjutannya.

Jangankan di Rapijali 3 ini, dari Rapijali 2 juga saya tidak bisa berhenti untuk membaca. Niatnya, setelah menyelesaikan buku kedua, saya mau menulis ulasannya terlebih dahulu. Namun, pada kenyataannya saya terobos saja Rapijali 3. Rasa penasaran hilang seketika. Dan, akibatnya saya jadi punya utang ulasan dua judul.

Seperti biasa, saat sudah sampai di penghujung cerita, hadir rasa hampa yang menyiksa. Usai sudah kebersamaan saya dengan Ping dan kawan-kawan. Semoga Dewi Lestari segera meluncurkan judul baru, ya, Playmates.

26 komentar untuk “Dewi Lestari dalam Rapijali 3 Kembali”

  1. Wow baru ngeh kalo Kak DEwi Lestari punya buku terbaru, terumakasi dapat review komplit RAPIJALI3 ini ya mba. BTW saya kaget banget tahu info tentang mendiang Reza Gunawan.TerlepS dari itu postingan kakak suoer duperkomplit

  2. Karya Dee Lestari emang gak diragukan. Kalo gak salah Kak Dee juga pernah nulis di Storial gak sih hihi kayak pernah baca karyanya secara online. Cuman kalo series Rapijali ini taunya lewat spal spil di Instagram. Baru ini tau lebih mendetailnya.

    Jadi penasaran di series skrang kejawab semua, tp skrang nebak dl deh ya hehee

  3. Aku kalau baca buku suka liat editornya juga. Dulu pernah kenal sama editor mbak Dewi Lestari yg bikin buku aroma karsa. Tulisan dia sendiri aja sebenernya baguus banget. Gak kalah dari penulis2 terkenal, aku jadi penasaran sama buku judul yang ini

  4. Tahu banget Dee Lestari itu salah satu penulis sukses Indonesia, tapi satu pun bukunya belum ada aku baca 🀭. Nampaknya buat pecinta buku harus banget coba baca minimal 1 bukunya yaa.

  5. Hemm, memang ya ketika menjalani hidup kadang ya kayak mereka dalam novel rapijali ini. Cerita masa lalu itu muncul lagi bersama rasanya saat ketemu mereka yang ada dalam cerita masa lalu itu. Kadang malu sendiri walau berusaha bersikap sewajarnya saja.

  6. Seru sekali baca ulasan buku ini, Mba. Btw, ini buku setebal 700-an halaman, ya, Mba. Namun kalau bukunya seru begini nggak bakal bosen buat lanjut dan lanjut, ya.

  7. Sudah lama ngak baca buku Dewi Lestari, kayaknya harus mulai baca lagi nih soalnya aku suka dengan gaya berceritanya, penuh plot tapi ngak bikin pusing yang baca, terus ceritanya juga ngak berat…yah tentang kehidupan sehari-harilah!

  8. Dee itu selalu cerdas dalam merangkai kata dan suasana.
    Meskipun karakternya banyak, tapi pembaca bisa mendalami masing-masing karakternya dan turut merasakan emosi setiap karakternya.

    Kabarnya, Rapijali ini project dari kelas menulisnya yaa..
    Jadi endingnya bener-bener gak ketebak.

  9. Wah Dee Lestari ada buku baru ya…cusslah mau beli juga kayaknya udah lama banget ngak baca bukunya, kangen dengan ceritanya yang unik tapi buat aku bikin rileks dan ngak perlu mikir berat kayak buku cerita detektif.

  10. Waahh ternyata udah sampai buku ketiga aja ya Rapijali ini. Terus terang saya tidak mengikuti. Jalinan kisahnya lumayan kompleks yaa… tokohnya pun cukup banyak. Sehingga bagi yang belum baca bukunya harus pelan-pelan nih mengikutinya hehehe… Salut dengan Dee yang selalu sukses setiap kali menulis buku. Yang buku Rapijali ini mantap banget mpe 700an halaman gitu.

  11. Dee Lestari ini karya-karyanya sungguh luar biasa. Karyanya selalu menyedot perhatian pembaca dengan konflik, dan alur yang dibuat. Selain itu, kalau bikin karya jumlah halamannya sangat tebal, namun tidak membuat pembaca bosan. Justru tetap terus penasaran

  12. Dewi Lestari memang luar biasa multi talenta. Sudahlah penyanyi, pencipta lagu, dan penulis novel yang selalu bikin para pembaca setianya kagum dengan setiap karyanya.

  13. Iiihh pengen baca deh. Tapi, banyak banget ya. 756 halaman selesai berapa lama teh? Unik juga ya nama tokohnya Ping dan Pedro, hehe. Dee Lestari mah emang keren banget. Aku aja nggak bisa move on dari novel serial supernova. Bener-bener dibikin takjub sama semua karyanya.

  14. Mbak dee kalau nulis emang keren banget sih.. saya suka denger podcast dan cerita cerita beliau. hawanya adem gitu. hehe saya belum baca cerita ini nih.. lumayan juga tebelnya. tapi kalau udah anteng emang malah bikin penasaran yakk..

  15. Buku-buku karya Dee Lestari memang keren ya mba. Aku juga membacabeberapa buku karya Dee.
    Makasii udah share review bukunya, bisa dimasukkan list belanja buku nantinya

  16. Waaa, aku belum baca karya Mbak Dee yang seri Rapijali ini. Baru otw baca yang Aroma Karsa, Kak. Aku suka novel-novelnya Dee Lestari sejak seri Supernova pertama, KPBJ, Kak!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top