Makanan yang Tinggi Protein: Langkah Nyata untuk Lebih Bertenaga

Wah, porsi kuli, nih! Lagi butuh banyak tenaga, ya?

Porsi kuli sering merujuk pada porsi karbohidrat – terutama nasi – yang diambil lebih banyak dari biasanya, dengan anggapan bisa mem-booster tenaga. Istilah ini muncul karena memang para pejuang keluarga itu sering melakukannya. Karbohidrat menjadi bintang utama, sementara makanan yang tinggi protein kerap terlupa.

Pemahaman ini tertanam turun-temurun. Orang tua saya pun kerap cemas bila saya keluar rumah sebelum makan. Dan, ya, makan di sini berarti nasi – karbohidrat yang wajib hadir di setiap piring yang tersaji, tanpa banyak memikirkan lauk-pauk seperti ikan tinggi protein atau daging.

Setelah tubuh menerima asupan tinggi karbohidrat, kita memang merasa lebih bertenaga. Namun, yang sering luput disadari adalah lamanya tenaga itu bertahan. Doktrin buta membuat pikiran terkunci, melewatkan satu langkah nyata untuk benar-benar lebih bertenaga.

Jika bersedia membuka mata terhadap lautan fakta, kita akan mengetahui – bersama karbohidrat, tubuh lekas bertenaga, tetapi bersama makanan yang tinggi protein, tubuh bertenaga lebih lama.

Makanan yang Tinggi Protein

Dalam keseharian, tanpa disadari, kita mengonsumsi makanan yang tinggi protein. Terlebih, banyak di antaranya mudah kita jumpai dan tersedia dengan harga yang terjangkau.

Untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pangan, mari kita pelajari lebih jauh perihal nutrisi yang kita konsumsi. Berikut jenis-jenis protein dan beberapa jenis makanan yang mengandungnya:

Jenis-Jenis Protein

Jenis-jenis protein nabati dan protein hewani
sumber gambar: holycowsteak.com

Dari pelajaran ilmu pengetahuan alam di bangku sekolah dasar, kita tahu bahwa secara umum protein terbagi menjadi dua: nabati dan hewani. Protein nabati berasal dari tumbuhan, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, serta olahannya.

Sementara itu, protein hewani berasal dari daging, ikan, telur, dan susu. Jenis ini memiliki peranan besar dalam memenuhi kebutuhan protein harian – sekitar 15% sampai 20%. Karena itu, wajar jika protein sering kali lebih identik dengan sumber hewani dibanding nabati.

Sumber-Sumber Protein Nabati

  • Kacang Hijau (24g/100g)

Masih jelas dalam ingatan, saat saya mengantar adik ke Posyandu di tahun 90-an, ia selalu mendapat bubur kacang hijau. Bukan tanpa alasan – kacang hijau memang mengandung protein tinggi serta vitamin B yang baik untuk pertumbuhan.

  • Almond (21g/100g)

Kacang jenis ini merupakan camilan favorit bagi pelaku diet. Selain mengenyangkan, kandungan lemak sehat dan proteinnya juga seimbang.

  • Tempe (19g/100g)

Makanan sederhana ini mengandung nutrisi yang mewah. Kacang kedelai sebagai bahan dasarnya sudah kaya protein, ditambah dengan proses fermentasi yang menghasilkan enzim baik bagi tubuh.

  • Chia Seeds (17g/100g)

Biji mungil ini bukan sekadar pemanis dalam minuman kekinian. Ia mengandung protein, omega-3, serta tinggi serat yang mendukung kesehatan pencernaan.

Sumber-Sumber Protein Hewani

  • Dada Ayam (31g/100g)

Pernahkah kalian memperhatikan dada ayam yang kerap muncul sebagai pasangan sayuran di menu diet? Ini karena kandungan lemak jenuhnya rendah, sementara proteinnya sangat tinggi. Tak heran jika bagian ini sering menjadi amunisi andalan di kala aktivitas padat.

  • Daging Sapi (26–28g/100g)

Protein pada daging sapi berpadu dengan zat besi heme serta lemak sehat yang melimpah. Tak hanya lezat, daging sapi juga populer di kalangan mereka yang ingin membentuk otot dengan asupan kalori terukur.

  • Udang (20-24g/100g)

Bagi sebagian orang, udang itu mahal. Namun, jika melihat kandungan proteinnya yang tinggi, harga itu sebanding. Sesekali, sempatkanlah mengonsumsi udang untuk mendapatkan manfaat terbaiknya.

  • Ikan (18–25g/100g)

Baik ikan air tawar maupun ikan laut sama-sama mengandung protein tinggi, meski ikan laut sedikit lebih unggul. Jadi, jangan lagi malas menyantapnya hanya karena enggan berurusan dengan duri.

Manfaat Makanan yang Tinggi Protein

Manfaat makanan yang tinggi protein
sumber gambar: holycowsteak.com

Untuk mendapatkan hasil optimal, kita perlu memahami manfaat dari makanan yang tinggi protein. Protein nabati memiliki lemak jenuh rendah, yang baik untuk menjaga metabolisme serta kinerja jantung. Selain itu, jenis protein ini juga tinggi serat. Tak heran, jenis ini menjadi favorit pelaku hidup sehat dan pejuang diet.

Sementara itu, protein hewani mengandung asam amino esensial lengkap dengan penyerapan lebih efisien. jenis ini membantu membangun otot, memperbaiki jaringan, dan menjaga daya tahan tubuh.

Akan tetapi, manfaat tersebut hanya bisa dirasakan jika sumber proteinnya berkualitas dan pengolahannya tepat. Kini, banyak tempat makan yang menawarkan kemudahan menyantap makanan yang tinggi protein tanpa mengorbankan rasa, seperti Steak Hotel by Holycow.

Founder Holycow Wynda Mardio menawarkan berbagai pilihan steak dari daging sapi, ayam, hingga salmon berkualitas tinggi. Tak hanya lezat dan bergizi, Holycow yang asli juga ramah di kantong serta telah mengantongi sertifikasi halal dan CHSE.

Pada akhirnya, tenaga bukan hanya soal kenyang dan makan banyak, tetapi makan dengan bijak. Dengan mengatur asupan protein, karbohidrat, dan serat secara seimbang, tubuh akan lebih bertenaga dan siap menghadapi hari.

Referensi:

  • https://www.holycowsteak.com/blogs/story/protein-nabati-apa-saja
  • https://www.holycowsteak.com/blogs/story/protein-hewani-apa-saja

3 pemikiran pada “Makanan yang Tinggi Protein: Langkah Nyata untuk Lebih Bertenaga”

  1. Aku sekarang lebih menyajikan menu double prohe untuk anak-anakku, soalnya mereka dalam masa pertumbuhan. Jadi sedang gencar-gencarnya tubuh butuh protein. Nggak melulu harus sama nasi, kadang dibikin camilan aja.

    Balas
  2. Konsumsi protein tinggi baik untuk tubuh setidaknya dapat mengurangi jumlah karbohidrat juga, kenyangnya jadi lebih lama. Smeakin baik kualitas sumber protein, smeakin baik pula manfaatnya dapat diserap tubuh

    Balas
  3. Saya termasuk penikmat makanan-makanan yang mengandung protein. Kalau untuk protein nabati sukanya jenis kacang-kacangan, kalau protein hewani paling suka udang. Alhamdulillah selain enak, juga insyaAllah nutrisinya bagus, ya, untuk tubuh

    Balas

Tinggalkan komentar