“Teh, kata dokter harus segera dilakukan tindakan pada mataku.”
Pengalaman hampir sepuluh tahun yang lalu itu masih membekas jelas di ingatan. Salah satu adikku harus berurusan dengan dokter karena matanya bermasalah. Diagnosisnya karena ada kotoran yang menumpuk, jadi harus segera dibersihkan.
Sejak saat itu, saya jadi sering merasa waswas kalau ada kerabat yang harus menjalani pengobatan mata. Dalam bayangan saya, pengobatan tersebut pasti melibatkan alat-alat operasi yang menakutkan. Namun ternyata, tidak semua tindakan mata seseram bayangan itu. Salah satunya adalah operasi LASIK, sebuah prosedur modern yang justru makin populer di Indonesia. Apa itu operasi LASIK? Mari kita bahas lebih lanjut.
Apa Itu Operasi LASIK?
Kacamata sering jadi penyelamat bagi orang yang memiliki masalah penglihatan. Gangguan mata bukan hanya membuat belajar dan bekerja jadi terhambat, tetapi kadang juga bisa memengaruhi hubungan sosial. Pernah ada orang yang dicap jutek hanya karena tidak menyapa temannya, padahal sebenarnya ia tidak melihat dengan jelas.
Dengan kacamata, dunia terasa lebih nyata. Lalu hadir lensa kontak sebagai alternatif. Ringkas, praktis, tetapi tidak semua orang nyaman memakainya. Apalagi ada risiko lensa kontak menempel atau bergeser kalau lupa dilepas saat tidur.
Di antara rivalitas kacamata dan lensa kontak, muncul LASIK yang membuat banyak orang penasaran. Apa sebenarnya prosedur ini?
LASIK adalah singkatan dari Laser-Assisted In Situ Keratomileusis, sebuah tindakan medis untuk memperbaiki penglihatan dengan membentuk kembali kornea menggunakan teknologi laser. Artinya, tidak ada pisau bedah yang menakutkan di sini, karena semua dilakukan dengan sinar laser yang presisi.
Langkah Tepat, Mata Sehat
Kalian sudah mulai tertarik, Playmates? Untuk makin memantapkan pilihan, saya bantu untuk memaparkan langkah-langkah dari tindakan LASIK, ya.
Prosedur LASIK relatif aman, tetapi tetap harus melalui tahap konsultasi. Dokter akan menjelaskan segala kemungkinan karena kondisi masing-masinglah yang menentukan keberhasilan operasinya.
Jika hasil konsultasi menunjukkan mata memenuhi syarat, maka dokter melanjutkan dengan pemetaan kornea secara 3D. Hasil pemetaan ini memberikan gambaran ketajaman penglihatan dengan menggunakan analisis muka gelombang (wavefront).
Analisis tersebut membandingkan pola cahaya dari mata pasien dan mata sempurna. Setelah memperoleh gambarannya, dokter memiliki pegangan dalam melakukan koreksi kornea mata nantinya.
Langkah berikutnya adalah pembuatan flap dengan metode IntraLase. Flap lasik sendiri adalah lapisan jaringan tipis. Dokter melipatnya dalam persiapan untuk membentuk kembali kornea secara hati-hati. Proses pembuatan flap berlangsung hanya dalam 10 detik dengan iFS⢠Advanced Femtosecond Laser. Teknologi laser modern ini jelas tidak menggunakan pisau bedah.
Kemudian langkah terakhir adalah membentuk kembali kornea. Dokter memosisikan ulang dengan hati-hati flap yang telah dipersiapkan. Proses ini mengacu pada hasil gambaran penglihatan yang telah didapatkan sebelumnya.
Setelah itu flap akan melekat dengan sendirinya pada lapisan strombus di bawahnya. Dan, selesailah operasi LASIK yang konon menakutkan itu. Nah, dari langkah-langkah ini kita bisa lihat bahwa LASIK sebenarnya prosedur yang tidak memakan waktu lama. Lalu, apa saja manfaat yang bisa dirasakan pasien setelahnya?
Jernih Seketika, Hidup lebih Bahagia

Setelah mengetahui langkah-langkah tindakannya, kita pun harus jeli siapa saja yang bisa menjalaninya. LASIK bisa dilakukan pada pasien yang mengalami kelainan refraksi:
- Rabun jauh/mata minus (miopia)
- Rabun dekat/mata plus (hipermetropia)
- Mata silinder (astigmatisme)
Lantas, apa saja manfaat yang pasien rasakan setelah melakukan prosedur operasi tersebut? Apakah jernih seketika dan menjadi jauh lebih bahagia?
Minim Rasa Sakit
Operasi LASIK memang bergantung pada kondisi mata dan tubuh masing-masing pasien. Namun, secara umum proses ini minim rasa sakit.
Mengapa demikian? Karena tidak ada pisau bedah dan jahitan. Anestesi pun dokter berikan dalam bentuk tetes mata. Dalam beberapa kasus, obat-obatan juga dapat digunakan pasien untuk bersantai selama prosedur operasi.
Sayonara Lensa Kontak dan Kacamata
Preferensi tiap orang berbeda-beda. Tidak semua yang mengalami gangguan penglihatan merasa cocok dan nyaman dengan lensa kontak maupun kacamata. Lebih jauh lagi, ada beberapa pekerjaan yang memang tidak mengizinkan penggunaan alat bantu tersebut.
Dengan operasi LASIK, tidak akan lagi ada ketergantungan pada lensa kontak dan kacamata. Kalian pun bisa bangun tidur dengan leluasa tanpa harus mencari kacamata di meja, Playmates.
Mengurangi Alergi atau Infeksi
Lensa kontak memang relatif lebih praktis dari pada kacamata. Namun, bagi sebagian orang ini memiliki risiko alergi atau infeksi. Orang yang memiliki mata sensitif akan mudah mengalami efek samping penggunaan lensa kontak.
Oleh karena itu, harus ada perawatan ekstra agar lensa kontak senantiasa bersih. Bukan itu saja, kehigienisan selama proses pemasangannya pun harus kita perhatikan. Dengan LASIK, mata tetap jernih tanpa risiko tambahan dari lensa kontak.
Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kualitas Hidup
Sebermanfaat apa pun kacamata dan lensa kontak, tetap ada kegiatan yang tidak memungkinkan kita lakukan sambil memakainya. Kegiatan tersebut biasanya berhubungan dengan olahraga, misal renang atau basket.
Operasi LASIK membuat batasan dalam berkegiatan itu lenyap. Yang ada kemudian adalah kebebasan mengekspresikan kegemaran dan aktualisasi diri.
Pada akhirnya, manfaat LASIK bukan hanya soal penglihatan lebih jernih. Namun, juga tentang kebebasan dan rasa percaya diri yang membuat hidup terasa lebih bahagia.
Biaya Terukur, Investasi Visioner

Konon kita harus sakit terlebih dahulu untuk menyadari nikmat sehat. Pada saat seperti itu, baru terasa apa yang Tuhan berikan sangat tak ternilai. Apalagi kalau sudah berhadapan dengan biaya rumah sakit yang selangit.
Akan tetapi kalau sudah telanjur, biaya segitu tidak sebanding dengan kesehatan yang ingin kita dapatkan kembali. Begitu pula dengan operasi LASIK yang bisa mengembalikan kejernihan penglihatan seperti semula.
Umumnya masyarakat lebih percaya pada pengobatan di klinik atau rumah sakit luar negeri. Namun, kini pelayanan medis dalam negeri pun sudah banyak mengalami peningkatan. Terlebih, jika kita memilih berobat ke luar negeri, ada biaya tambahan yang mesti dipertimbangkan. Seperti biaya transportasi dan penginapan.
Biaya LASIK dalam negeri adalah sekitar Rp15.000.000 per mata. Kita pun harus menyiapkan Rp7.000.000 untuk biaya pemeriksaan pra-LASIK yang meliputi biaya administrasi dan pemeriksaan awal.
Jadi, biaya LASIK untuk dua mata adalah kurang lebih Rp37.000.000, belum termasuk biaya konsultasi dokter. Jika kita menganggapnya investasi, tentu biaya yang terukur tersebut tidak akan membuatmu mundur, kan, Playmates? Sejatinya, apalah arti biaya jika kita bisa melihat dunia lebih jernih dan nyata?
Penutup
Seiring perkembangan teknologi, makin banyak hal yang dulu kita anggap ajaib menjelma menjadi sesuatu yang lazim. Begitu pula dalam dunia kesehatan, memiliki penglihatan senantiasa jernih bisa kita usahakan. Tak ada lagi lensa kontak dan kacamata yang harus selalu ikut serta, karena telah hadir keajaiban medis bernama LASIK.
Bayangkan bisa melihat dunia seperti semula. Kala tak perlu menggerutu karena harus berjibaku dengan alat bantu. Tidakkah kalian menginginkan hal itu, Playmates?
Hal terpenting dalam mewujudkannya adalah dengan memilih partner tepercaya yang memiliki kapabilitas dan fasilitas memadai. Untuk mendapatkan pengalaman operasi LASIK menenangkan, pilihlah klinik yang berdedikasi pada kesehatan mata dan memiliki layanan medis paripurna, seperti halnya KMN EyeCare. Kalian punya pengalaman dengan LASIK? Yuk, bagikan ceritanya di sini, Playmates!
Referensi:
- https://www.klinikmatanusantara.com/id/tindakan-dan-biaya/lasik/
- https://www.klinikmatanusantara.com/id/ketahui-lebih-lanjut/info-kesehatan-mata-dari-kmn-eyecare/artikel/manfaat-lasik-dan-risikonya-yang-harus-anda-ketahui
Lasik memang menjadi pilihan untuk tampil lebih percaya diri, walau persyaratannya cukup kompleks. Bahkan beberapa profesi mewajibkan tidak boleh berkaca mata. Terima kasih infonya
Ladik lebih praktis, tidak butuh waktu lama, dan menurut pengalaman yg sudah pernah lasik menang tidak terasa sakit.
Setelah di Lasik pun penglihatan jadi lebih jernih.
Sayang harganya terbilang mahal ya. Yg punya masalah penglihatan pasti punya keinginan untuk lasik, termasuk saya yg minus tinggi