Oh, ini Monica? Pangling banget. Terakhir ketemu pas kamu masih sekolah dulu.
Dalam hatiku, ya gimana nggak pangling – sekarang anakku sudah dua. Terakhir kami bertemu hampir dua puluh tahun lalu. Namun, entah mengapa mataku seperti masih menangkap sosok yang sama saat beliau mengajar dulu. Saya sampai bertanya-tanya, beliau treatment di klinik perawatan wajah yang mana, ya?
Konon, profesi guru itu membuat seseorang awet muda. Muridnya sudah berubah bentuk, sementara gurunya seperti tak tersentuh waktu. Namun, untuk guruku yang satu ini, saya yakin ada perawatan yang rutin beliau jalani.
Di lingkungan kita, perawatan diri – terutama wajah – kadang dianggap sesuatu yang istimewa. Padahal sebenarnya itu bentuk mencintai diri sendiri. Hanya saja, seringnya kita masih harus berjibaku dengan kebutuhan primer, sampai-sampai hal seperti ini belum sempat terpikirkan.
Yang sering terlupa: merawat wajah tidak selalu mahal. Banyak produk skincare aman dan terjangkau, asal kita jadi konsumen cerdas. Tidak harus pakai rangkaian lengkap dari A sampai Z – cukup basic skincare sesuai arahan para dokter kecantikan.
Selain menjaga kesehatan kulit, rutinitas kecil ini juga bisa jadi pilihan me time yang sederhana. Beberapa menit fokus pada diri sendiri seringkali cukup untuk mengembalikan mood dan energi.
Lalu, kalau ada waktu dan anggaran lebih, mengunjungi klinik perawatan wajah bisa jadi langkah lanjutan. Siapa tahu, kalian juga ingin tampil menawan dan awet muda seperti guruku itu.
Jenis-Jenis Treatment di Klinik Perawatan Wajah

Alasan seseorang melakukan perawatan di klinik kecantikan biasanya karena di sana tersedia fasilitas lengkap dan dibantu oleh tenaga ahli. Dengan berkunjung ke sana, vibes me time-nya lebih berasa, apalagi kalau suami tidak keberatan mengasuh anak-anak – serasa di surga.
Di tengah huru-hara menjadi ibu rumah tangga, beberapa jam memanjakan diri di klinik perawatan wajah tidak akan mengurangi value-mu sebagai ibu. Justru, memberi ruang untuk bernapas yang bisa mengembalikan energi dan empati. Berikut jenis-jenis perawatan yang bisa bikin level self-love kalian meningkat, Playmates.
For your information, tidak semua perawatan wajah bisa kita lakukan di klinik biasa. Untuk tindakan yang lebih advanced, kita harus mengunjungi klinik estetika. Di sana kita ditangani oleh tenaga medis. Namun meski demikian, suasananya tetap seperti di klinik kecantikan, alih-alih klinik medis.
Hal yang perlu kita ingat, mereka fokus pada prosedur kecantikan non-bedah. Jadi, kalian tidak bisa melakukan rhinoplasty yang populer di kalangan para selebritis itu di sini.
Berikut pilihan treatment yang bisa kalian pilih, ada yang tersedia di klinik perawatan biasa, ada juga yang hanya bisa kita dapatkan di klinik estetika. Pemaparan prosedur filler, botox, BBL, dan microdermabrasion ini merujuk pada FAQ dari Allure Aesthetic Associates.
Facial
Kalian biasanya ke klinik perawatan wajah ngapain, Playmates? Ya, facial. Kalian bisa mendapatkan treatment ini di klinik kecantikan perawatan wajah mana pun. Pembersihan mendalam, eksfoliasi ringan, pemijatan, hingga pengaplikasian masker sesuai kondisi kulit merupakan rangkaian perawatan facial yang biasanya kita dapatkan.
Buat para emak-emak yang rutinitas hariannya itu lagi itu lagi, facial bisa menjadi penghiburan dan pengisian daya ulang. Biarpun seharian berdaster bukan berarti kita tidak berhak memanjakan diri.
Facial pun bisa menjadi pondasi perawatan wajah yang lebih advanced. Kulit yang bersih tentunya akan lebih maksimal dalam menerima prosedur kecantikan lanjutan.
Filler
Kalian bisa membayangkan pipi orang yang sudah lanjut usia? Kempot kan? Seiring bertambahnya usia kita memang akan kehilangan volume wajah. Untuk mengembalikannya, filler bisa menjadi andalan.
Tenaga medis biasanya menyuntikkan produk berbahan dasar hyaluronic acid, seperti restylane, yang secara alami sudah ada di kulit kita. Jadi jelas filler bukan bedah plastik, hanya mengisi kembali area yang sudah kempis.
Prosedur ini bisa membuat wajah tampak lebih segar. Tingkat efektivitasnya pun tinggi dan bisa bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama – sekitar enam bulan sampai satu tahun.
Botox

Sama halnya filler yang ditangani oleh tenaga medis, treatment botox pun hanya bisa kita dapatkan di klinik estetika. Keduanya berhubungan dengan jarum suntik, tetapi beda tujuan. Jika filler untuk menambah volume, botox untuk menghilangkan kerutan.
Cairan yang disuntikkan ke otot pada treatment botox adalah protein yang berasal dari bakteri clostridium botulinum. Ngeri? Tentu tidak dong karena proses ini sudah melewati pemurnian ketat dan yang digunakannya pun sedikit sekali.
Setelahnya, dokter akan meminta pasien tetap pada posisi selama empat jam. Selain itu, orang yang sudah mendapatkan perawatan botox harus menghindari menyentuh area suntikan dan olahraga berat selama satu hari.
BBL
BBL merupakan singkatan dari Broadband Light. Dari namanya, kita bisa tahu treatment ini melibatkan cahaya – meski bukan laser – sehingga hanya tersedia di klinik estetika. Cahaya dengan spektrum luas tersebut menargetkan warna kulit yang tidak merata.
Orang yang sudah lelah perawatan biasa demi menghilangkan noda akibat matahari, bintik hitam, hingga garis halus biasanya tertarik untuk melakukan BBL. Berbeda dengan perawatan menggunakan skincare yang membutuhkan waktu lama, BBL memberikan hasil yang relatif cepat.
Jangan kaget kalau kulit menjadi kemerahan setelah menjalani proses ini, itu hal yang normal dan biasanya tidak lebih dari 48 jam. Yang penting, hindari paparan sinar matahari langsung dan jangan lupa menggunakan suncreen hingga kulit pulih kembali.
Microdermabrasion
Yang terakhir adalah microdermabrasion. Ini adalah prosedur skin resurfacing non-invasif yang menggunakan alat dengan ujung berlian. Microdermabrasion bertujuan untuk mengangkat lapisan kulit terluar. Hasilnya? Kita seperti terlahir kembali karena kulit memproduksi kolagen baru dan memperkuat elastin.
Kalian membayangkannya proses ini bagaimana, Playmates? Meski terdengar menyeramkan, treatment ini lebih ke menggosok lembut daripada tindakan medis berat.
Akan tetapi, tetap saja hanya tenaga medis profesional yang dapat melakukannya. Seperti halnya filler, botox, dan BBL, treatment microdermabrasion pun tersedia di klinik estetika.
Penutup
Banyak orang yang menganggap merawat wajah hanya membuang waktu, tenaga, dan biaya. Terlebih, ibu rumah tangga yang sudah terlalu letih dengan rutinitas sehari-hari. Padahal, itu berpengaruh besar pada kesehatan kulit dan suasana hati.
Seiring kemajuan teknologi, kini perawatan kecantikan dan dunia medis bersinergi. Selain facial yang bisa kita dapatkan di klinik kecantikan biasa, ada pula filler, botox, BBL, dan microdermabrasion yang tersedia di klinik estetika dan ditangani tenaga medis profesional.
Semua treatment tersebut, baik yang ringan maupun lanjutan, bahkan perawatan sendiri, pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: membuat kita merasa nyaman dengan versi terbaik diri. Apa pun yang kamu pilih treatment di rumah atau sesekali ke klinik perawatan wajah, pastikan kalian bahagia dan tetap mencintai diri sendiri, ya, Playmates.
Referensi: https://www.uralluring.com/faqs/
Bener banget nih mba, kalo orang gak berubah mukanya dari dulu malah tambah cantik pastinya dia pernah perawatan muka setidaknya setahun sekali. Karena memang se-efek itu sih, daripada cuman mengandalkan perawatan skin care pribadi aja, tentu hasilnya agak beda 😊
Aahh, saya tuh awam banget mbak Mon sama treatment di klinik kecantikan. Dan baru tahu kalau nggak semua klinik kecantikan menawarkan paket treatment yang lengkap termasuk Rhinoplasty itu. Kirain semua klinik bakal ada.
Terkahir ke klinik buat treatment tuh 12 tahun yang lalu buat, ngilangin iritasi jerawat gara² produk kecantikan. 🤭