Kalian tahu Doraemon sudah pamit dari layar kaca Indonesia, Playmates?
Saya memang sudah jarang mengikuti kisah Nobita dan kawan-kawan, tetapi kabar itu tetap menyisakan sesal di ujung hati. Rasanya satu per satu penghubung dengan masa kecil perlahan menghilang. Beruntung, baru-baru ini saya menemukan sebuah akun Youtube yang menambal rasa kehilangan itu. Saya kembali bisa bebas menyimak aksi Detective Conan Heiji Hattori kapan pun.
Kalian sadar tidak bahwa generasi 90-an seperti kita seolah “dibentuk” menjadi wibu? Tayangan hari Minggu saat itu didominasi anime Jepang. Secara keseluruhan saya menikmati semuanya. Namun, ada beberapa yang tinggal di kalbu tanpa tergerus waktu – di antaranya Doraemon dan Detective Conan.
Untuk Conan, dulu saya tidak terlalu intens menontonnya karena sinyal Indosiar di daerah saya belum stabil. Berbeda dengan RCTI yang sudah lebih jernih, sehingga Doraemon terasa begitu lekat dalam ingatan. Apalagi anime itu tayang hingga puluhan tahun lamanya, menemani perjalanan menuju dewasa.
Akan tetapi, meski tidak rutin menonton, dari Conan-lah saya menyadari bahwa ketertarikan terbesar saya dalam bacaan dan tontonan adalah misteri dan thriller. Saya mengoleksi beberapa komiknya, bahkan beberapa waktu lalu saya membeli Detective Conan volume 100.
Dari sana rasa penasaran pada Sherlock Holmes tumbuh, lalu merambat ke Agatha Christie hingga Dan Brown. Detective Conan menjadi pintu gerbang menuju dunia cerita yang menegangkan sekaligus membuat penasaran.
Kini anime ini telah menayangkan lebih dari seribu episode dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera tamat. Di antara banyaknya karakter, kemunculan Detective Conan Heiji Hattori selalu menjadi pertanda: episode itu hampir pasti lebih seru dari biasanya.
Detective Conan Heiji Hattori

Di semesta Detective Conan bertabur cowok-cowok ganteng yang oleh para penggemar juluki sebagai Gosho Boys. Sebutan ini merujuk pada Gosho Aoyama, sang kreator komik sekaligus animenya. Dari deretan karakter nyaris sempurna – yang satu-satunya kekurangan mereka adalah tidak nyata – ada satu sosok berkulit sawo matang yang kerap menjadi partner Conan dalam memecahkan kasus. Ia adalah Heiji Hattori, detektif SMA dari Osaka yang terkenal dengan logat Kansai-nya.
Media dalam cerita kerap membingkai Heiji dan Shinichi sebagai rival. Shinichi memiliki julukan Detektif dari Timur, sedangkan Heiji tenar sebagai Detektif dari Barat. Meski demikian, alih-alih benar-benar bermusuhan, keduanya justru sering bekerja sama ketika menghadapi kasus yang pelik.
Di akhir 2025, saya menemukan Pop Anime Indonesia – sebuah kanal Youtube yang menayangkan beberapa anime secara legal, termasuk Detective Conan. Meski baru tersedia hingga sekitar episode 600, keberadaannya membuat pengetahuan saya tentang alur cerita meningkat drastis.
Sejak SD saya memang sudah menyukai Detective Conan. Namun, episode yang tayang di televisi kala itu cenderung berulang. Komik yang saya koleksi pun terbatas. Akibatnya, banyak detail cerita yang luput dari ingatan maupun pengetahuan saya.
Sebagai tambahan informasi, anime Detective Conan memiliki perbedaan penomoran antara versi Jepang dan versi Internasional. Versi Jepang menghitung episode secara langsung sesuai penayangan aslinya, sedangkan versi internasional membagi kasus dengan durasi panjang menjadi beberapa episode sehingga jumlah keduanya berbeda. Perbedaan ini mulai terasa pada kasus “Moonlight Sonata”.
Pops Anime Indonesia menggunakan penomoran versi internasional. Karena itu, daftar episode Detective Conan Heiji Hattori berikut ini pun mengacu pada versi tersebut. Mengingat saya baru menonton sebagian dari seribu sekian episode yang ada, daftar ini akan terus saya perbarui seiring marathon berjalan, ya, Playmates.
Catatan: Penomoran episode dalam daftar ini mengikuti versi internasional yang kanal Youtube Pop Anime Indonesia gunakan. Perlu diketahui, terdapat sedikit perbedaan nomor episode antarplatform. Umumnya, versi yang tayang di Youtube memiliki selisih satu episode dibandingkan versi yang tersedia di aplikasi streaming tertentu.
Episode 49–50: Kasus Pembunuhan Diplomat
Seorang istri diplomat mendatangi kantor Detektif Mouri untuk menyelidiki kekasih anaknya. Kogoro Mouri, Ran, Conan, dan seorang tamu yang kebetulan sedang berkunjung kemudian mendatangi rumah sang diplomat. Namun, setibanya di sana, mereka justru menemukan sang tuan rumah telah meninggal dunia di kursi kerjanya.
Di episode inilah Heiji Hattori, sang Detektif dari Barat melakukan debutnya dalam serial Detektif Conan. Ia adalah tamu yang tengah berada di kantor Mouri saat permintaan bantuan itu datang. Heiji rela menempuh perjalanan jauh dari Osaka ke Tokyo demi menemui Shinichi Kudo – detektif SMA yang kerap media beritakan sebagai rivalnya.
Episode 59–60: Kasus Penggemar Sherlock Holmes
Conan, Kogoro, dan Ran mengikuti sebuah tur para penggemar Sherlock Holmes. Meski bukan termasuk penggemarnya, Heiji Hattori turut hadir. Ia datang dengan satu tujuan: kembali bertemu Shinichi. Obsesi untuk mengalahkannya rupanya belum juga padam.
Episode ini menjadi momen penting karena di sinilah Heiji mulai mengetahui identitas Conan yang sesungguhnya. Sejak saat itu, hubungan keduanya tak lagi sekadar rivalitas Timur dan Barat. Sebaliknya, Heiji menjelma menjadi salah satu partner terbaik Shinichi.
Episode 80–81: Kasus Kematian Aneh Keluarga Terkemuka

Awalnya, Detektif Mouri tidak terlalu menganggap serius kasus yang datang kepadanya. Seorang klien hanya meminta bantuan untuk menemukan cinta pertamanya. Namun, perkara sederhana ini berkembang menjadi kasus bunuh diri dan pembunuhan yang melibatkan dendam masa lalu.
Di rumah keluarga tersebut, Heiji Hattori juga hadir, menemani ayahnya, Heizo Hattori, kepala kepolisian Osaka sekaligus teman tuan rumah, Dosan Nagato. Justru melalui rekomendasi Heizo-lah Detektif Mouri diperkenalkan pada Tuan Nagato.
Pada episode ini, hubungan Conan dan Heiji terasa lebih cair. Rivalitas yang dulu kental kini bergeser menjadi kerja sama yang hangat – dua detektif muda yang saling memahami cara berpikir satu sama lain.
Episode 122–123: Kasus Penculikan Penulis Misteri Terkenal
Seorang klien, putri dari penulis misteri terkenal, membawa Detektif Kogoro dan rombongan ke kantor penerbit tempat novel sang ayahnya diterbitkan. Ia meminta bantuan untuk menemukan ayahnya yang tiba-tiba menghilang.
Dalam kasus ini, Heiji Hattori hanya muncul melalui sambungan telepon. Awalnya ia berniat membantu memberi petunjuk pada Inspektur Megure. Namun, begitu mengetahui Conan Edogawa berada di lokasi, ia memilih mundur dan menyerahkan sepenuhnya penyelidikan pada “detektif cilik” tersebut.
Episode 124–125: Kasus Pembunuhan Berantai Naniwa
Heiji Hattori mengundang Conan Edogawa, Ran, dan Kogoro Mouri untuk berkunjung ke Osaka. Ia bertindak sebagai pemandu wisata – Uniknya, mereka berkeliling menggunakan mobil polisi dan ditemani seorang petugas.
Akan tetapi, di tengah suasana yang semestinya santai, seseorang dalam keadaan meninggal tiba-tiba terjatuh terjatuh tepat di atas mobil yang mereka tumpangi. Peristiwa ini ternyata termasuk rangkaian pembunuhan berantai yang lebih besar dari dugaan.
Dalam kasus ini, ikatan Heiji dan Shinichi terasa makin erat. Undangan berkunjung ke Osaka ternyata bukan sekadar ajakan wisata; Heiji melakukannya karena mimpi buruk tentang Shinichi. Tanpa ragu, ia bahkan memberikan jimatnya kepada sang sahabat – sebuah tindakan kecil yang menyiratkan kepedulian besar.
Kehadiran Kazuha Toyama pun menambah warna. Rasa cemburunya terhadap Ran memberi sentuhan ringan di tengah kasus yang kelam. Kazuha sempat mengira Kudo yang kerap Heiji sebut itu adalah Ran, sehingga membuat gadis itu merasa posisinya terancam.
Episode 151–152: Kasus di Ruang Terkunci di Malam sebelum Pernikahan
Kini giliran Heiji yang berkunjung ke Tokyo, sementara rombongan Conan bertindak sebagai pemandu wisata. Heiji dan Kazuha hendak menghadiri pernikahan kenalan Heizo Hattori. Sebelum hari bahagia itu tiba, mereka menyempatkan diri berkeliling Kota.
Di sebuah kuil, tanpa sengaja mereka bertemu dengan calon pengantin dan kepala pelayannya. Pertemuan itu membawa mereka ke rumah tempat pesta akan berlangsung. Heiji dan Kazuha berencana menginap di sana, sementara Conan, Ran, dan Kogoro mampir untuk makan malam.
Ketika Conan, Ran, dan Kogoro telah berpamitan, tiba-tiba terdengar suara kaca pecah dari arah dalam rumah. Suasana yang semula santai menjadi tegang. Seseorang ditemukan meninggal di ruang tertutup. Kasus ini terasa pilu karena berakar pada kesalahpahaman cinta yang melibatkan dua generasi.
Pada titik ini, Heiji dan Conan benar-benar telah menjadi sahabat. Mereka sering terlihat berbincang akrab, memperlihatkan kedekatan yang tak lagi diselimuti rivalitas. Kazuha pun mulai menjalin pertemanan dengan Ran. Sikap juteknya mencair setelah ia jujur mengungkapkan rasa tidak sukanya melihat pakaian Heiji dan Ran yang serupa dalam dua kesempatan berbeda. Dengan pengertian, Ran mengganti pakaiannya dan sejak saat itu, jarak di antara mereka perlahan menghilang.
Episode 177–179: Misteri Wastu Laba-Laba Tottori

Tanpa sengaja Heiji Hattori dan Kogoro Mouri bertemu di Jalur Gunung Karakuri. Rupanya mereka menerima permintaan dari klien yang sama. Sejak tiba di wastu (kastil) tujuan, suasana misterius langsung terasa. Bukan hanya tentang kematian di sana, tetapi juga desas-desus mengerikan yang menyelimutinya.
Heiji Hattori datang bersama Kazuha Toyama dan sempat bertemu seorang warga asing di perjalanan. Sementara itu, Kogoro Mouri – seperti biasa – ditemani Conan Edogawa dan Ran Mouri.
Dalam kasus ini, kerja sama Heiji dan Conan terasa makin solid. Sementara itu, hubungan Ran dan Kazuha pun sudah jauh lebih hangat, tidak lagi dibayangi kesalahpahaman seperti sebelumnya.
Penutup
Dalam semesta Detective Conan, Shinichi Kudo seolah memiliki segalanya. Latar belakang keluarga mentereng, kecerdasan luar biasa, serta kemampuan memecahkan setiap kasus yang datang silih berganti. Meski begitu, pesonanya tidak menutup cahaya karakter lain – salah satunya Heiji Hattori.
Heiji mungkin tidak setenang Shinichi, tetapi ia tetap detektif hebat. Ia kerap menjadi teman berdiskusi dan berbagi informasi dengan detektif yang menyusut jadi Conan Edogawa tersebut. Terlebih lagi, Heiji adalah satu dari sedikit orang yang mengetahui rahasia terbesar Shinichi.
Terkadang Heiji masih menyimpan rasa tak mau kalah dari Shinichi. Namun, seiring waktu, ikatan persahabatan tumbuh lebih besar daripada ego. Bagi saya, tiap episode Detective Conan Heiji Hattori menjadi penguat bagi Shinichi bahwa dalam perjuangannya, ia tidak pernah benar-benar sendiri.
Uw uw uwww, wibu kelas dewa! Memang ya, animasi Jepang itu ciri khasnya kuat sekali. Cerita di dalamnya syarat pembelajaran, dan strategi~
Asli sih, dulu waktu kecil kalau hari minggu itu udah duduk manis dari pagi, bersiap menanti kehadiran anime-anime yang sangat beragama, mulai dari Doraemon, Dragon Ball, sampai Detective Conan.
Kini tayangan itu mulai menghilang, tapi bersyukur ada saluran You Tube seperti Pop Anime Indonesia yang bisa mengobati rasa rindu dengan anime seperti Detective Conan ini. Inner child kita terjaga dah kewarasannya dengan mengulang memori tontonan legend ini