Review Suka-suka Buku Merajut Cinta Meniti Surga

Judul : Merajut Cinta Meniti Surga
Penulis : @raraarihardini
Tebal: 145 Halaman
Cetakan Pertama, April 2021

Rara–seorang gadis muda yang open minded, aktif, supel, dan modis– merasakan keinginan hijrah. Hal itu didasari kesadaran akan kelalaian selama ini, sadar dalam memahami arti hakikat kehidupan, sadar bahwa ternyata selama ini kita berada dalam buaian mimpi yang semu.
Dia tidak pernah menyangka bahwa jalan hijrah yang dipilih ternyata mengantarkannnya pada belahan jiwa.

Melalui proses taaruf mereka memulai perjalan cinta. Adapun proses yang dilewati adalah:
💕 Ta’aruf
Taaruf di sini adalah proses pengenalan, bisa dengan alternatif pertukaran data, lewat perantara keluarga atau alim ulama. Pada proses taaruf disampaikan sejelas-jelasnya tentang informasi diri kita dan kriteria calon pasangan.
💕 Nadzor
Proses selanjutnya adalah mengonfirmasi sembari melihat kondisi fisik, dengan tujuan untuk menimbulkan ketertarikan calon yang akan proses taaruf. Proses nadzhor harus dengan pendamping mahrom agar tidak timbul fitnah dan mudhorot.
💕 Khitbah
Khitbah atau lamaran dimaksudkan sebagai penegasan bahwa sang perempuan telah resmi menjadi calon istri dari seorang laki-laki, sehingga tidak boleh dipinang oleh lelaki lain.
💕 Akad Nikah
Ini merupakan prosesi paling sakral dan inti. Akad nikah menyebabkan berpindahnya tanggung jawab seorang ayah atas anak perempuannya ke suami.
💕 Walimah
Ini merupakan resepsi yang dilakukan sebagai bentuk syukur dan berbagi kebahagiaan dengan saudara, keluarga dan ketabat.

Di buku ini, penulis juga menyisipkan Taaruf To Do List, yaitu:
💕 Luruskan niat
💕 Persiapan ilmu
💕 Pastikan siapa perantaramu
💕 Persiapan siapa perantaramu
💕 Persiapam CV atau biodata diri
💕 Persiapan finansial
💕 Kondisikan keluarga
💕 Restu orang tua dan wali nikah
💕 Sudah move on
💕 Hati yang pasrah dan lapang
💕 Taaruf
💕 Nadzor
💕 Khitbah
💕 Akad nikah
💕 Walimah

Setelah menikah jalan hijrah tidak lantas menjadi lebih mudah, tetapi mereka mempunyai landasan dalam berkeluarga agar senantiasa mendapatkan keridaan dari Allah.

Adapun upaya yang dilakukan adalah:
💕 Memperkuat hubungan dengan Allah
💕 Menjaga ibadah
💕 Saling memberikan perhatian
💕 Memhabiskan waktu berkualitas bersama
💕 Memperbanyak bersyukur
💕 Memahami tugas dan kewajiban masing-masing
💕 Membangun komunikasi yang baik
💕 Terbuka satu sama lain
💕 Dan lain-lain

Sang suami, Ardi, adalah tempat ternyaman bagi Rara untuk menangis sejadi-jadinya di dada. Di hadapannya, Ardi sosok yang pendiam ketika di luar rumah, tetapi berwibawa. Ketika di dalam rumah ia seorang yang humoris, ceria, bahkan sering mengajak Rara bercanda ria.

Di usia kedua dan ketiga tahun pernikahan semua tetap sama, tidak ada yang berbeda dan berubah sama sekali. Justru makin lama usia pernikahan mereka, Rara merasakan jiwa Ardi semakin matang.

Rara berharap tahun-tahun berikutnya pernikahan mereka semakin Allah limpahkan berkah, nikmat ibadah yang semakin bertambah, saling membersamai dalam suka dan duka sampai maut memisahkan dan berujung pertuan di surga.

Menikah tanpa pacaran memang tidak akan menjamin pernikahan kita bahagia, sukses, dan langgeng. Akan tetapi, dengan menikah tanpa pacaran kita telah memulai sebuah pernikahan dengan cara yang Allah ridai. Jika dimulai dengan jalan kebaikan insya allah akhirnya pun akan baik.

Buku ini saya baca dalam kondisi sudah menikah. Tampaknya, terlambat. Namun, tidak ada hal baik yang sia-sia. Ilmu dan pengetahuan yang saya dapat dari buku ini bisa saya bagikan kepada orang-orang terdekat. Terutama, anak-anak saat dewasa kelak.