Kegilaan Itu Bernama BTS

Novel Sehidup Sesurga Denganmu

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sehat untuk semua, ya, Playmates. Sebelum menikah saya punya banyak waktu untuk membaca buku. Namun, kini hidup saya terasa hectic. Di saat luang pun hasrat untuk membaca hampir tidak ada. Review novel sehidup sesurga Denganmu ini semoga membangkitkan jiwa kutu buku yang hampir mati karena sejatinya membaca dan menulis itu saling melengkapi.

Nama Asma Nadia sudah tidak asing lagi bagi saya. Nama itu sudah membersamai masa remaja saya di pesantren jauh sebelum beliau punya nama besar skala nasional.

Pada tahun 2020, saya belajar menulis dan menerbitkan buku antologi bersama. Komunitas tempat saya menulis punya divisi penerbitan juga jadi jika lulus kelas tersebut, mempunyai buku sendiri bukanlah hal yang mustahil.

Related:

Novel Death on The Nile by Agatha Christie 

Saat sedang melihat-lihat buku terbitan penerbit tersebut, saya melihat buku Bunda Asma. Masyaallah senangnya saya bisa punya kesamaan dengan beliau, menerbitkan buku di penerbit yang sama.

Ya, meskipun kualitasnya bagaikan langit dan bumi, hal itu tidak menghalangi saya untuk berbangga diri. Bangga yee, bukan sombong, hhe.

Saat itu sedang ada promo bundle. Kita bisa mendapatkan dua buku dengan harga miring. Saya memilih Sehidup Sesurga Denganmu dan Bidadari untuk Dewa.

Related:

Kumcer Bila Esok Ibu Tiada, Kisah Tentang Kehilangan dan Penyesalan 

1. Deskripsi Buku

  • Judul Buku : Sehidup Sesurga denganmu
  • Penulis: Asma Nadia
  • Penerbit: KMO Indonesia
  • Jumlah Halaman: 345
  • Tahun Terbit: Cetakan Kedua, Juli 2020

Related:

Novel Rapijali 1 (Mencari), Welcome to Planet Ping

2. Sinopsis Novel Sehidup Sesurga Denganmu

Review novel sehidup sesurga denganmu

Sepintas, Dyah Ayu Rembulane –sang pemeran utama–terbilang cepat meraih kesuksesan. Di usia awal tiga puluhan, dia telah menjadi pengusaha sukses.

Ini merupakan karya Bunda Asma yang terinspirasi dari kisah nyata seorang pembantu rumah tangga yang sekarang menjelma menjadi pemilik sebuah brand kosmetik.

Akan tetapi, bila kita telisik lebih jauh, kesuksesan sangat pantas dia dapatkan, karena wanita tangguh itu telah memulai perjuangan dan pengorbanannya semenjak usia belia.

Related:

Novel Ancika, Sebuah Nama Sebuah Cerita 

Novel Hujan, Antara Menerima dan Melupakan 

Pada saat kelas 4 SD, Mae meninggalkan Dyah untuk selamanya. Kemudian Pae menikah lagi. Bak cerita Cinderella, Dyah diperlakukan seperti pembantu di rumah ayahnya sendiri.

Lulus SD, Dyah merantau ke Jakarta untuk menangadu nasib. Namun, sungguh malang, sang majikan tidak pernah memberinya upah. Ya, dia menjadi pembantu gratisan.

Kemalangan seolah belum mau beranjak dari hidup Dyah. Setelah menikah pun, dia masih diperlakukan sebagai pembantu oleh suaminya. Malah, dia yang menopang hidup sang suami.

Harapan sehidup sesurga itu ternyata tak didapat dari pernikahan pertama. Bersama suami keduanyalah, dia mengecap indahnya berumah tangga dan mempunyai asa tak hanya bersama di dunia saja.

Karena, tak selalu cinta pertama yang membawamu ke surga.

Related:

Novel The Dusty Sneakers, Catatan Duo Travel Blogger

Novel Serpihan Asa, Cerita Sederhana yang Menjadi Juara

3. Review Novel Sehidup Sesurga Denganmu

Kelebihan:

  • Novel ini sarat akan motivasi. Bahwa siapa pun bisa sukses bila berusaha dan berdoa dengan maksimal.
  • Novel ini karya Asma Nadia yang pastinya memiliki kualitas cerita yang tidak kaleng-kaleng.
  • Sehidup Sesurga Denganmu ini merupakan cerita yang diangkat dari kisah nyata, sebuah contoh bahwa di dunia ini tidak ada hal yang mustahil.
  • Dari Dyah, kita menjadi paham bahwa melepaskan diri dari pernikahan yang toxic itu bukanlah sebuah aib.

Kekurangan:

  • Kesabaran pemeran utama yang tak berbatas membuat pembaca (read: saya) misuh-misuh 

Related:

Novel Anak Rantau, Alam Terkembang Jadi Guru

Bagaimana penasaran mau masuk juga ke dunia Dyah, nggak, Playmates? Selain harus menyiapkan tisu, kalian juga harus punya stok kesabaran yang banyak saat membaca buku ini.

Review novel Sehidup Sesurga Denganmu-nya segini aja, ya, kalian harus baca sendiri secara langsung. Selamat membaca.