Melembutkan Hati yang Keras, Gimana Caranya?

Assalamualaikum, Playmates. Salam sehat untuk semua, ya. Setelah kajian rutin minggu sebelumnya ambyar karena si bungsu ngereog. Untuk minggu berikutnya, saya memutuskan tidak dulu membawa sertanya mengikuti kajian sampai batas waktu yang belum ditentukan. Saya harus melembutkan hati yang keras terlebih dahulu.

Ngomongin hati yang keras, kebetulan banget, nih, tema kajian selanjutnya itu melembutkan hati yang keras. Ustaz Doddy Firmansyah menyampaikan materi dengan kalem, pada awalnya. Namun, setelah acara berjalan beberapa saat ternyata beliau bodor juga.

Kajian dibuka dengan sebuah hadits riwayat Bukhori no. 52 dan Muslim no. 1.599:

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik maka baik puka seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.

Hati merupakan pangkal dari segala. Apa yang hati rasa akan berpengaruh pada pikiran. Pikiran memengaruhi tindakan. Kemudian tindakan yang berulang menjadi kebiasaan. Kebiasaan itu menghasilkan karakter. Pada akhirnya karakter menentukan nasib.

Masyaallah sungguh dahsyat peranan hati dalam hidup kita. Bahkan hati bisa menjadi parameter keimanan seseorang, seperti yang tertulis dalam Q.S. Al-Anfal ayat 2.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.

Related:

Label Baru di Blogku

Keutamaan Ilmu, Cari Tahu, Yuk!

Jenis-jenis Watak Anak, Kenali, Yuk!

1. Melembutkan Hati yang Keras

melembutkan-hati-yang-keras

“Kamu kan suka datang ke pengajian,” katanya dengan nada yang terdengar kurang enak. Dengan datang ke pengajian bukan berarti saya orang alim atau suci. Justru dengan menyimak kajian, saya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Saya sangat bersyukur, Allah telah melembutkan hati sehingga langkah kaki selalu terasa ringan saat hendak menghadiri kajian rutin POMG. Dan, omongan negatif tidak akan membuat saya menjadi malas menghadirinya.

Semoga Allah memberikan kemudahan bagi saya untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat selama ini. Serta dijauhkan dari kerasnya hati yang ditandai dengan:

  • Bertambahnya kecintaan terhadap dunia
  • Bermalas-malasan dalam mengerjakan kebaikan dan ketaatan.

Related:

Pengalaman Berkesan Saat Mengikuti Kajian Bersama Ibu Wakil Bupati Garut

Pendidikan Tauhid Kepada Anak, Sepenting Apakah?

Pentingnya Cinta Murni dalam Pembentukan Karakter dan Fondasi Iman pada Anak

1.1 Penyebab Hati yang Keras

Langkah pertama menuju perbaikan pastinya kita harus mengetahui apa penyebab suatu kerusakan, begitu pula dengan hati. Berikut sebab dari kerasnya hati:

  • Lalai dalam ketaatan
    Allah telah memberikan anggota badan yang cara kerjanya masyaallah hebatnya, tetapi terkadang kita tidak memaksimalkan penggunaanya dengan baik. Kita punya mata, tetapi sering abai pada kondisi di sekitar yang membutuhkan. Kita punya telinga, tetapi kadang tidak mau peduli pada yang membutuhkan.
    Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab kerasnya hati. Seperti yang tertulis dalam Q.S. Al-A’raf ayat 179.

    Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah).

  • Banyak melakukan dosa
    Allah berfirman dalam surat Al-Muthafifin ayat 14, yang berbunyi:

    Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.

    Ayat ini menyiratkan bahwa perbuatan buruk bisa menutupi hati. Bukan hanya karena melakukan dosa besar, dosa kecil yang dillakukan dengan terus menerus pun bisa mengeraskan hati.

  • Mengingkari Perjanjian kepada Allah
    Barang siapa melanggar perjanjian kepada Allah, maka Allah jauhkan mereka dari rahmat dan keraskan hatinya. Seperti firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 3.

    (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka Kami melaknat mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka.

  • Melakukan hal-hal yang merusak hati
    Merusak hati di sini maksudnya:
    Bergaul
    Banyak berangan
    Bergantung kepada selain Allah
    Kekenyangan
    Tidur.
  • Banyak berbicara dan banyak makan
  • Banyak tertawa

Related:

Menghayati Doa Nabi Ibrahim, Amalkan, Yuk!

Wanita Perindu Surga, Kita Termasukkah?

Rahasia Emas Bagi Pemburu Ilmu

1.2 Cara Melembutkan Hati 

Setelah mengetahui sumber masalah yang mungkin membuta hati keras, bismillah, mulai dari sekarang, kita niatkan untuk memperbaikinya. Berikut cara-cara melembutkan hati:

  • Beriman kepada Allah dan selalu meningkatkan ketaqwaan

    Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya.

    Ayat di atas merupakan surat Athaghabun ayat 11. Di sana tertulis bahwa Allah berjanji akan memberikan petunjuk pada hati orang-orang yang beriman.

  • Banyak mengingat Allah

    (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

    Ayat di atas pasti sudah tidak asing lagi bagi kita, yakni surat Ar-Ra’d ayat 28. Pasti banyak yang sudah tahu bahwa hanya dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tentram. Setelah tahu, sudah saatnya kita hayati. Yuk, perbanyak berzikir.

  • Belajar ilmu syar’i (Agama)
    Petunjuk seringnya tidak datang dengan sendirinya. Harus ada usaha untuk mencari. Salah satu cara untuk mendapat petunjuk adalah dengan belajar ilmu agama. Sebuah ayat membahasnya, yakni surat Ali Imran ayat 8.

    (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”

  • Berlindung kepada Allah dari hati yang tidak khusyu
  • Berbuat baik kepada anak yatim dan orang miskin
  • Banyak mengingat kematian
  • Banyak berziarah kubur
  • Makan makanan yang halal

    Imam Ahmad pernah ditanya oleh seseorang, “Dengan apa hati bisa menjadi lunak?” Kemudian beliau pun menjawab, “Wahai anakku, dengan makan makanan yang halal.”

  • Salat malam
  • Beribadah
  • Berkumpul dengan orang saleh

2. Penutup

Alhamdulillah kajian rutin minggu ke-12 berjalan dengan lancar. Setelah drama minggu sebelumnya, saya belum berani mengajak si bungsu lagi ikut kajian. Harus menyiapkan mental baja terlebih dahulu.

Hati si pangkal segala berperan besar dalam menentukan tindakan dan karakter kita. Lantas bagaimana kalau kita telanjur memiliki hati yang keras. Adakah yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya?

Pertama kita harus penyebab kerasnya hati. Setelah tahu, kita coba melembutkannya dengan cara beriman kepada Allah dan selalu meningkatkan keimanan, banyak mengingat Allah, belajar ilmu agama, dan berlindung kepada Allah dari hati yang tidak khusyu.

Selain itu, berbuat baik kepada anak yatim dan orang miskin, banyak mengingat kematian, banyak berziarah kubur, makan makanan yang halal, salat malam, beribadah, dan berkumpul dengan orang saleh.

Demikianlah beberapa cara melembutkan hati yang keras. Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa menjadi pengingat untuk selalu berusaha menjadi muslim yang taat dalam mengamalkan ajaran agama. Aamiin.

Related:

Mendapatkan Ketenangan Hati Anti Galau, Bisakah?

Kualitas Hubungan dengan Pasangan, Pentingkah?

20 komentar untuk “Melembutkan Hati yang Keras, Gimana Caranya?”

  1. Pingback: Kalam Illahi Hadirkan Kebahagiaan yang Hakiki - Monica Rasmona

  2. Pingback: Masuk Surga Sekeluarga, Mungkinkah? - Monica Rasmona

  3. Benar. Di rumah, aku sering diingetin oleh orang tuaku bahwa salah satu alasan kita tidak bisa menerima nasihat dan kebenaran adalah karena hati kita yang keras dan menutup diri dari kebenaran sehingga walaupun kita jelas salah, tetap saja kita tidak mau mengakuinya.

  4. Makasih mbak monic diingatkan, zikir memgingat Allah selalu juga melembutkan hati yaa….intinya banyak berdoa dan memgingat Allah.

    Rejeki yang halal yg masuk ke tubuh juga menghindarkan diri dari hati keras.

  5. Masyaallah jadi bertambah ilmu saya abis baca artikel mba, memang kalau diniatkan dari dalam diri Allah akan melembutkan hati kita untuk melakukan sesuatu ya kan, Tfs ya mba 🙂

  6. Ya Allah …. sering kali ketika dalam keadaan keras hati, seseorang tidak sadar dan sulit menerima kritik ataupun saran, jadi makin keraslah hati. Semoga Allah melindungi kita dari keadaan keras hati.

  7. Alfia D. Masyitoh

    MasyaAllah mbakk.. Ini tulisannya reminder banget buat aku. Makasih ya mbak, barokallah.. Semoga kita semua selalu bisa mengamalkan Al-Quran, inget terus dan dijauhkan dari sifat hati keras ini… Aamiin

  8. Pingback: Membangun Interaksi Mendidik AUD, Bagaimanakah? - Monica Rasmona

  9. Pingback: Menutup Aurat dengan Sempurna, Harus Menunggu Siapkah? - Monica Rasmona

  10. Pingback: Muslimah Mengaji Pribadi Teruji - Monica Rasmona

  11. Pingback: Futur Menghancurkan Future - Monica Rasmona

  12. Pingback: Perintah Salat Saat Isra Mi'raj - Monica Rasmona

  13. Pingback: Peran Orang Tua dalam Mendidik Generasi Qur'ani - Monica Rasmona

  14. Pingback: Permasalahan Orang Tua dalam Pengasuhan Anak - Monica Rasmona

  15. Pingback: Memantaskan Diri Menjadi Tamu Allah - Monica Rasmona

  16. Pingback: Resep Camilan Kering untuk Usaha, Simple dan Murah! - Monica Rasmona

  17. Pingback: Berburu Toner Anti Acne yang Cocok untuk Semua Jenis Kulit - Monica Rasmona

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top