Lumbung Padi; Lumbungnya Banyu dan kegembiraan di Rumah Makan Khas Sunda

Ada yang sudah merasa jenuh banget tinggal di rumah, tapi masih waswas untuk pergi ke tempat wisata enggak, sih? Kalau iya berarti samaan sama saya 

Semenjak pandemi yang berlangsung lebih dari setahun ini, saya jarang sekali keluar rumah, bisa dihitung jari lah. Sebenarnya, hal ini tidak terlalu memberatkan saya, karena pada dasarnya saya memang orang rumahan. Namun, berbeda dengan Sabtu kemarin, saya ngebet ingin pelesiran. Bukan tanpa alasan, kemarin itu momen langka saat adik-adik bisa berkumpul. Jadi, mumpung semua ada di Garut, kami ingin pergi ke suatu tempat yang spesial.

Awalnya, kami merencanakan pergi ke Candi Cangkuang di daerah Leles. Tempat itu telah mengalami renovasi dan tampak jauh berbeda dibanding terakhir saya ke sana lebih dari lima tahun yang lalu. Di instagram, banyak teman saya yang memperlihatkan keindahan tempat itu sekarang.

Akan tetapi, dengan pertimbangan sedang melonjaknya kasus covid di Garut serta weekend juga, jadi kami memutuskan untuk pergi ke rumah makan yang memiliki pemandangan yang indah dilihat.

Kami memilih rumah makan khas sunda bernama Lumbung Padi. Ibu saya yang merekomendasikan tempat itu karena sebelumnya beliau pernah pergi ke sama bersama rekan-rekan gurunya.

Berikut adalah alasan kamu harus menjadikan tempat itu sebagai tujuan kuliner dan wisata:

1. Tempat strategis
Lumbung Padi terletak di Muara Sanding. Hanya memerlukan waktu 10-15 menit dengan berkendara dari pusat kota Garut. Mudah dijangkau, tetapi tidak terlalu ramai menjadikan tempat ini strategis sehingga layak dimasukkan ke wish list tujuan wisata dan kuliner kalian.

2. Menu dan Suasana Khas Sunda
Tempat ini menyediakan makanan khas Pajajaran, seperti nasi liwet, gurame bakar, ayam goreng, tumis kangkung, tumis genjer, dan tidak lupa lalapan dan sambal. Minumannya juga cukup bervariatif, dari jus hingga milkshake.

Suara gemericik air menambah kuat kesan suasana di tanah pasundan. Syahdu dan menenangkan. Pemandangan sawah dan gunung pun turut memanjakan mata.

Sayangnya, saat saya ke sana padinya baru ditanam, belum tinggi.

Audio yang diputar merupakan bunyi-bunyian tradisional layaknya suara yang sering terdengar di acara resepsi pernikahan. Bikin nyaman secara audio dan visual, deh 😍

Kelebihan yang sangat menonjol dari tempat ini adalah melimpahnya air. Bagian depan dan belakang di kelilingi kolam. Bikin kepingin nyebur 😂

3. Harga Terjangkau
Kami bersepuluh, tujuh orang dewasa dan tiga bocah cilik 😅 Kami memesan nasi liwet untuk empat orang, tiga nasi timbel, sepiring ayam serundeng, satu gurame bakar bumbu, tumis kangkung, tumis genjer, ikan asin, sambal terasi, sambal goang, dan lalapan. Untuk dessert-nya, minuman cokelat, kopi, jus, dan es krim. Kalian tahu berapa harga yang harus dibayar untuk semua itu? Kami merogoh kocek sebesar Rp. 550.000, terjangkau bukan?

4. Area Permainan Anak
Kami datang ke Lumbung Padi setelah salat Asar dan pulang selepas azan Isya berkumandang. Bukan waktu yang sebentar, tapi kami harus bersusah payah merayu anak-anak untuk pulang. Mereka betah, karena area permainan anak di sana terbilang lengkap. Permainan yang ada di sana adalah ayunan, perosotan, panjat dinding, becak kecil, dan flying fox mini.

5. Musala
Musala di sana terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Masing-masing ruangannya cukup luas dan bersih, serta berdampingan dengan tempat wudu dan toilet yang bersih juga.

6. Area parkir
Area parkir di sana luas dan lapang sehingga leluasa untuk menampung banyak mobil dan motor.

7. Tempat Duduk
Area rumah makan ini luas dan pihak management-nya pinter menata tempat buat duduknya, ada yang pakai kursi dan juga lesehan. Tiap sudut dimaksimalkan agar berfungsi sebagai tempat duduk.

8. Spot Instragmable
Pemandangan yang indah bisa banget bikin foto-foto kalian tampak bagus kalau diunggah di Instagram. Berhubung saya emak-emak beranak dua jadi rempong deh, enggak bisa foto-foto terlalu banyak. Takut anak nyebur ke kolam 🤭

Ini sih spot paling favorit para pengunjung, sampai antri yang mau foto-foto di sini 😍

9. Terapi Ikan
Buat kalian yang ingin relaksasi, bisa nih menyerahkan kaki kalian pada ikan-ikan di sana buat dimakanin sel kulit matinya 🤭 Relaks iya, bersihnya juga dapet.

Letaknya tepat di depan musala. Jadi kalau salatnya gantian, bisa nunggu sambil terapi di sini 😍