Cara Jadi Blogger Pemula, Kepoin, Yuk!

Sekarang saya sedang mengikuti tantangan menulis dari komunitas One Day One Post. Selama 35 hari peserta harus mem-posting satu artikel di blog pribadi. Ternyata, agenda mereka tidak hanya itu, ada kelas materi dari para experts. Kelas materi tadi malam menampilkan narasumber Mbak Yunita Srie Wijaya, yang memaparkan tema mengenal blog dan cara jadi blogger pemula.

Sebelumnya saya sudah mengenal Mbak Yuni. Kami berada di satu komunitas yang sama, yakni Blogspedia. Dia masuk coaching batch 2, sedang saya batch 3. Selain itu, saya pun mengikuti tantangan menulis yang ibu tiga anak itu adakan, yaitu Arisan Backlink Batch 5 dan Mini Arisan Backlink Batch 1.

Saya banyak memperoleh ilmu tentang blogging dari Mbak Yuni karena memang dia tidak segan untuk membaginya. Sehingga, tidak mengherankan kini namanya sudah cukup dikenal para rekan blogger.

Moderator kelas materi memulai acara dengan membagikan CV Mbak Yunita. Kelas blogging yang Mbak Yunita lumayan banyak, pantesan ilmunya juga banyak. Pencapaiannya pun tidak bisa pandang sebelah mata.

Yang paling membuat saya takjub adalah pengalamannya sebagai blogger yang telah bekerja sama dengan lebih 100 brand. Ini seharusnya bisa memutus keraguan perihal apakah blogger bisa hasilkan uang.

Setelah perkenalan, Mbak Yuni sharing tentang cara jadi blogger pemula, apa itu blog, jenis blog, niche blog, platform blog, dan big why dalam blogging. Bagian big why ini yang paling menampar saya. Ini mengingatkan saya pada alasan-alasan yang menguatkan saya untuk tetap menjalani peran sebagai blogger.

Cara Jadi Blogger Pemula

Cara jadi blogger pemula, kepoin, yuk!

Apa kalian ingin menjadi blogger, Playmates? Kalau jawaban kalian iya, tetapi bingung harus memulai dari mana. Sini saya bisikan poin apa saja yang Mbak Yuni paparkan di kelas materi semalam. Uraian di bawah sudah saya mix dengan pengalaman pribadi, ya.

Punya Blog

Ini step yang paling awal. Kalau ingin jadi blogger, ya, berarti harus punya blog. Caranya sangat gampang. Tidak berbeda dengan sign up akun media sosial, kita hanya tinggal mengisi data. Ibarat rumah pribadi, kitalah yang menentukan akan seperti apa blog yang kita bangun.

Sekitar tahun 2010, saya sudah punya blog, tetapi belum ada ilmunya. Masih nulis curhatan nggak jelas. Waktu itu daftarnya pakai akun Yahoo. Sayangnya, lupa kata sandi, jadi saya tidak bisa log in ke blog tersebut.

Karena lupa itulah, akhirnya saya membuat blog baru di tahun 2020. Butuh waktu sekitar delapan bulan bagi saya untuk memantapkan diri menjadi seorang blogger. Di akhir September 2021, akhirnya saya memutuskan untuk membeli domain dan berniat serius di dunia blogging.

Pilih Platform

Saat membuat blog, kita harus menentukan platform. Dua yang paling banyak para blogger gunakan adalah Blogger/Blogspot dan WordPress. Pilihlah sesuai kenyamanan dan budget masing-masing.

Blogger itu platform milik Google, jadi pertahunnya kalian hanya harus membayar domain. Terakhir saya memperpanjang untuk kedua kalinya ada di kisaran Rp. 180.000. Saat pertama kali saya membeli domain, harganya Rp. 145.000.

Sedangkan, jika memilih WordPress, selain membayar biaya domain, kalian juga harus bayar sewa hosting. Jadi, kalian harus siap untuk membayar lebih, apalagi hosting ini lebih mahal dari domain. Harganya pun berbeda-beda sesuai kapasitas penyimpanannya.

Manapun yang kalian pilih, pastikan kalian membelinya di penyedia domain dan hosting yang tepercaya. Saya pernah berurusan dengan penyedia bermasalah dan ini sangat menguras pikiran dan emosi.

Cara Jadi Blogger Pemula: Tentukan Niche

Semakin spesifik blogmu, semakin kuat branding-mu. Namun, bukan sesuatu yang mudah untuk mempunyai spesialisasi. Sampai sekarang blog saya masih gado-gado alias lifestyle.

Tadinya saya ingin membangun book blog, tetapi membaca itu perlu waktu dan saya termasuk pembaca yang lambat. Jadi, jika hanya menulis tentang buku, blognya akan dipenuhi sarang laba-laba.

Selain book blog, niche yang bisa kalian pilih di antaranya: food, fashion, beauty, techno, travel, craft, parenting, financial, religion, dan lain sebagainya. Kalau misal belum ada yang kalian kuasai bisa banget menjadi lifestyle blogger.

Seiring berjalannya waktu, nanti akan terlihat juga tema mana yang menjadi benang merah blog kalian. Seperti halnya blog saya, meskipun gado-gado, tetapi ada dua tema yang paling banyak saya tulis, yaitu tentang buku dan kajian.

Tentukan Tujuan

Yang terakhir, sebelum menulis tentukanlah tujuan. Kalian bebas menulis apa pun, tetapi selalu ingatlah tiap huruf yang kita tulis akan dimintai pertanggungjawabannya. Sebuah tulisan itu bisa memengaruhi pembacanya, jadi sebaiknya kita menulis hal-hal yang baik saja.

Mengapa menentukan tujuan itu penting? Karena tujuan itulah yang akan memelihara bara untuk terus menulis tetap menyala. Jika kalian tidak punya tujuan yang jelas, sangat mungkin kalian berhenti di tengah jalan karena tidak ada yang memaksa, atau setidaknya merangsang kalian untuk lanjut menulis.

Tulislah big why kalian dalam menjalani peran sebagai blogger. Nantinya, kalian akan membutuhkannya saat rasa jenuh datang, sehingga kalian bisa melanjutkan mimpi-mimpi yang sempat terhenti.

Temukan Big Why dan Tujuanmu dalam Blogging

Big why on blogging

Ngomong-ngomong soal big why, saya jadi teringat awal mula ngeblog dulu. Alasan paling kuat ngeblog adalah karena memang itu passion saya. Sebelumnya, saya sudah menulis beberapa buku, proses itu menyenangkan, tetapi saya lebih nyaman menulis di blog, di “rumah” sendiri. Tidak ada yang mengintervensi, semuanya ada dalam kendali saya.

Kemudian, saya ingin memaksimalkan potensi yang telah Allah anugrahkan. Semenjak saya kecil, Ibu selalu bilang saya berbakat menulis, tetapi saya sering mengabaikannya. Sehingga di usia 30-an, saya baru belajar menulis dengan benar.

Ada rasa bersalah yang kerap hinggap karena telah menyianyiakan kelebihan.
Bukan berarti saya merasa jago menulis, bakat kalau tidak dikembangkan, ya, tidak akan “keluar” juga.

Saat saya mulai menulis pun tidak serta merta menghasilkan tulisan bagus, ada banyak proses menuju perbaikan-perbaikan di banyak aspek. Bahkan, hingga sekarang saya masih belum mencapai performa terbaik.

Memaksimalkan potensi versi saya tetap melandaskan segala apa yang saya tulis pada nilai-nilai kebaikan. Oleh karena itu, akhir-akhir ini saya banyak menulis artikel bertema agama. Memang belum sepenuhnya menulis tema tersebut, tetapi kalau pun menulis tema lain saya usahakan tidak menyimpang dari ajaran agama.

Hingga kini saya tidak tertarik bekerja sama dengan-dengan brand yang berhubungan dengan riba, miras, judol, dan lain sebagainya. Saya menganggap blog itu sebagai representasi diri, jadi saya menyajikan portofolio terbaik di dalamnya.

Setelah menemukan alasan ngeblog. Kini saatnya merancang tujuan terkait blog ke depannya. Berkenaan dengan itu saya membaginya ke dalam dua bagian, yaitu tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang.

Tujuan Jangka Pendek

  • Aktualisasi Diri
  • Memaksimalkan Potensi
  • Meningkatkan Kebermanfaatan dari Selancar di Dunia Maya
  • Memperluas Koneksi dan Jaringan
  • Menemukan Komunitas yang sefrekuensi
  • Mendapatkan Produk dan Fee dari Menulis Review di Blog
  • Memenangi Kompetisi Blog

Tujuan Jangka Panjang

  • Mendapatkan Penghasilan dengan Jumlah Tertentu dari Blogging
  • Mempunyai Blog yang Berkualitas Secara Konten dan Teknis
  • Rutin Memenangi Kompetisi Blog
  • Memberikan Manfaat Kepada Banyak Orang

Penutup “Cara Jadi Blogger Pemula”

Meskipun masa jaya blog sudah lewat, tergantikan media yang berbasis video, tetapi itu bukan berarti blog telah mati. Buktinya masih banyak orang yang ingin menjadi blogger dan selama mesin pencarian dibutuhkan, selama itu pula blog akan tetap ada.

Apakah kalian salah satunya, Playmates? Penasaran nggak apa saja tugas seorang blogger dan apa saja isi blog pribadi? Langkah awal menjadi blogger adalah punya blog, pilih platform, tentukan niche, dan tentukan tujuan.

Tujuan inilah yang nantinya menentukan isi blog seseorang. Dengan tujuan jelas, semua akan lebih terarah. Agar lebih mudah dalam pengaplikasiannya, saya membagi tujuan pada dua bagian, yakni jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk tujuan-tujuan jangka pendek sepertinya telah saya capai, tetapi untuk tujuan yang lebih besar dan bersifat jangka panjang masih sangat jauh dari apa yang diharapkan. Masih butuh usaha dan pengorbanan yang lebih besar. No pain no gain, right? Demikian cara jadi blogger pemula dari saya, semoga bermanfaat.

7 komentar untuk “Cara Jadi Blogger Pemula, Kepoin, Yuk!”

  1. Alfia D. Masyitoh

    Wahh ini bener-bener ditulis secara konkret mbak. Semoga tujuan-tujuannya tercapai dan berkah ya, kan aku sebagai temen juga ikut seneng kalo temen sesama bloger sukses. Siapa tau aku ketularan, hihi. Aamiin. Semangat ngeblog!! 🔥🔥

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top