9 Rutinitas yang Bisa Membuat Tetap Sehat dan Awet Muda Pasca Pendemi

Assalamualaikum playground of Monica’s visitors, salam sehat untuk semua, ya. Sebelumnya tidak ada yang menyangka bahwa di zaman modern seperti sekarang, kita akan hidup dalam jangka yang cukup lama dengan adanya sebuah virus yang membuat geger seluruh penghuni bumi. Awalnya work from home dan sekolah online yang terpaksa dilaksanakan karena adanya virus ini hanya diwacanakan untuk dua minggu. Bukannya dua minggu, ternyata virus fenomenal itu masih ada sampai hampir dua tahun lebih.

Setelah ribuan tangis kehilangan, ribuan rintih kesakitan, dan ribuan peluh kelelahan yang disebabkan virus ini, ada angin segar tentang kemungkinan segera berakhirnya pandemi ini. Tentu ini merupakan sesuatu yang harus disyukuri, tetapi bukan berarti kita menjadi lengah. Ancaman virus itu belum sepenuhnya berakhir.

Sambil menantikan pandemi ini berakhir, ada baiknya kita mulai menata hidup yang lebih sehat secara jasmani dan rohani agar nanti saatnya telah tiba, kita sudah siap menyongsongnya.
Pandemi memberi dampak yang sangat signifikan pada hampir semua aspek kehidupan kita. Baik ekonomi, pendidikan, sosial, cara hidup, dan masih banyak lagi. Karena virus ini, kita jadi lebih rajin cuci tangan, jarang berkerumun, dan memakai masker. Hal-hal baik seperti ini harus tetap menjadi gaya hidup, meskipun nantinya virus itu tak lagi menjadi bahaya.

Dalam menyambut era baru nanti, selain fisik, pikiran dan jiwa pun perlu “diobati”. Kebebasan yang tercerabut pasti memberikan dampak buruk pada psikis. Berikut beberapa tips agar tetap sehat dan awet muda pasca pandemi:

A. FISIK

Di atas sudah disebutkan beberapa hal baik demi menjaga kesehatan yang dilakukan selama pandemi. Selain itu, kebiasaan-kebiasaan di bawah ini bisa membuat kita semakin sehat.

1. Mengonsumsi Makanan Sehat

Tips ini sudah sering kali kita dengar. Tampak sepele, tetapi butuh niat dan pembiasaan agar tidak menjadi hal yang memberatkan. Untuk orang yang terbiasa dengan makanan instan dan junk food, tentu merasa nelangsa saat harus makan makanan sehat yang katanya mempunyai rasa yang kurang enak.

Semuanya memang tergantung niat. Dengan niat yang kuat insyaaalah semua berjalan lebih mudah. Sebagai contoh adalah saya yang suka makanan gurih. Demi hidup sehat, saya sedikit demi sedikit mengurangi penyedap dalam masakan. Kini, saat penyedap itu kebanyakan justru rasa mual yang terasa. Memang belum sepenuhnya bisa terlepas dari bumbu itu, tetapi dampaknya mulai terasa.

Satu lagi adalah hati ayam. Tadinya saya sangat tidak menyukainya. Namun, akhir-akhir ini saya sering pusing karena darah rendah dan hati ayam dipercaya bisa mengatasi itu. Akhirnya saya memaksakan diri mengonsumsinya, meskipun masih belum terlalu menyukainya, tetapi lidah saya mulai merasakan nikmat saat memakan goreng hati ayam yang renyah.

2. Minum Air Putih

Saya sudah tahu dari dulu bahwa kebutuhan tubuh akan air putih itu adalah sebanyak dua liter/hari, tetapi karena kebanyakan aktivitas di rumah saja, jadi kadang tidak terasa haus. Saya menyiasatinya dengan menydiakan air di botol yang di simpan di ruang tengah, jadi botol itu tidak lepas dari pandangan. Sehingga saya ingat untuk minum walau tidak merasa haus. Baiknya botol itu berukuran 2 liter agar kita tahu takaran air yang telah kita minum.

3. Olahraga Teratur

Bagi saya, hal ini terasa memberatkan. Mengasuh dua orang anak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga sudah sangat menguras tenaga. Olahraga seringnya tidak terpikirkan untuk dilakukan. Namun, kesadaran akan pentingnya kesehatan membuat saya memaksakan diri untuk melakukan olahraga ringan seperti sit up setiap bangun tidur. Tidak harus langsung dalam hitungan banyak, kita bisa memulai 10 kali setiap pagi. Nanti bisa ditambahkan setelah tubuh kita merasa mampu. Yang terpenting adalah kita konsisten melakukannya.

Selain itu, sebisa mungkin saya berjalan kaki. Dengan merajalelanya motor menjadikan jarak itu terasa jauh jika ditempuh dengan jalan kaki, sedikit-sedikit naik motor. Padahal dulu waktu kecil kita bisa kuat menempuh jarak cukup jauh dengan berjalan kaki setiap salat subuh pada bulan Ramadan.

4. Skincare

Untuk melakukan ini saya tidak keberaran, malah senang melakukannya. Skincare itu penting untuk merawat kulit walaupun memang hasilnya tidak akan langsung terlihat. Skincare itu berbeda dengan make up. Jadi buang jauh-jauh pikiran merasa kecentilan saat mengaplikasikan skincare. Tidak harus banyak dan mahal, untuk langkah awal kita bisa memakai basic skincare. Yang terdiri dari facial wash, day cream, sunscreen, dan night cream. Untuk sunscreen baiknya reapply setiap dua jam sekali dan penggunaannya dua ruas jari.

5. Cukup Istirahat

Istirahat kita dikatakan cukup bila rata-rata 8 jam/hari. Namun, kenyataanya kadang kita harus begadang untuk mengerjakan sesuatu atau si anak yang masih melek hingga tengah malam. Sebisa mungkin begadang itu harus dihindari, misalkan mengerjakan tugasnya dipindah ke pagi sebelum subuh dan si anak diusahakan tidak tidur siang agar malamnya bisa tidur lebih awal.

B. PSIKIS

Demi mencapai hidup yang sehat dan awet muda, bukan hanya fisik yang harus diperhatikan, psikis pun tidak boleh diabaikan agar ada keseimbangan dalam hidup kita. Berikut hal-hal rohaniah yang bisa membuat sehat dan awet muda:

1.Tidak Terbebani oleh Pendapat dan Omongan Orang Lain

Sebagai makhluk sosial, kita hidup bersama-sama dan berbaur dengan masyarakat, terutama bagi yang tinggal di perkampungan. Segala hal yang kita lakukan dan miliki biasanya menjadi perhatian bagi orang lain. Misalnya, beberapa waktu lalu keluarga saya membangun rumah, tetapi tidak sampai beres, baru sampai pasang bata. Kemudian ada seorang ibu yang bertanya, “Kenapa berhenti bangun rumahnya?”

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu, meskipun pendek, tetapi bisa masuk ke hati cukup mendalam. Semua orang juga tahu bahwa hampir semua hal bergantung pada dananya, kalau dana cukup siapa sih yang tidak mau memiliki rumah langsung beres? Namun, saat kita memutuskan untuk tidak memikirkan hal-hal seperti itu, pikiran kita tidak akan terganggu. Malah kita ingin tertawa saat mendengar pertanyaan konyol seperti itu. Ditambah, kadang-kadang orang bertanya seperti itu hanya untuk berbasa-basi. Jadi, respons yang tepat adalah mengabaikannya.

2. Fokus pada Kebahagiaan Diri Sendiri dan Orang Tersayang

Dalam hidup, kita harus punya skala prioritas. Idealnya kita tahu mana yang harus dipikirkan atau tidak. Dan, sudah sewajarnya kita fokus pada diri sendiri dan keluarga. Hal-hal dil luar itu yang memberikan dampak negatif baiknya dijauhi saja.

3. Tidak Ikut Campur Urusan Orang Lain

Hal ini sama sekali tidak memiliki manfaat. Seringnya kita malah ikut-ikutan terjebak dalam suatu masalah. Jadi, lebih baik bersikap seperlunya saja.

4. Healing

Sekali-kali kita perlu jalan-jalan atau melakukan hal yang disuka. Ini penting untuk menjaga pikiran tetap waras.

Demikian tips agar sehat dan awet muda ala saya, semoga bermanfaat, ya.

12 komentar untuk “9 Rutinitas yang Bisa Membuat Tetap Sehat dan Awet Muda Pasca Pendemi”

  1. Betul sekali mbak monica urus anak2 termasuk olah raga lho hehehe saya sejak hamil anak pertama sampai sekarang dua anak usia 12 dan 9 tdk pernah py pembantu jauh dari orang tua pula. tanpa pernah pake jasa tukang cuci gosok juga semuaa sendiri A-Z sampai anter jemput sekolah pas msh kecil2 imbasnya BB stabil sampai sekarang Alhamdulillah

  2. Semoga pandemi ini sudah benar-benar berlalu ya, Kak. Dari 9 rutinitas ternyata ada rutinitas psikis dan fisik. Menarinknya ternyata skincare-an masuk salah satu rutinitas ya, kak

  3. Makasih infonya.. semoga pandemi tidak membawa dampak buruk bagi kita yaitu jadi pada stres dan mungkin cepat tua( walaupun emang menua itu tidak dapat dihindari)

  4. Poin soal hidup sehat mempengaruhi kesehatan tubuh dan awet muda tuh bener banget. Ada buku dr Caroline Leaf, yang banyak menulis soal kesehatan emosional, juga banyak menyarankan soal pola makanan sehat. Ternyata pola makanan sehat bisa pengaruh ke emosional juga.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top