5 Cara Jitu Meluruhkan Amarah Istri

Assalamualaikum playground of Monica’s visitors, salam sehat untuk semua, ya. Hampir setiap wanita mempunyai pesta pernikahan impian. Apalagi mereka yang tertarik pada cerita-cerita Disney dan semacamnya. Hal ini sama sekali tidak salah. Namun, harus diingat bahwa pernikahan tidak berhenti di sana. Akan banyak aral yang melintang, meskipun tentunya kebahagiaan juga pasti ada.

Saat memutuskan untuk menikah, bukan hanya resepsi yang harus kita pikirkan. Namun, kehidupan setelahnyalah yang harus lebih mendapatkan perhatian karena pernikahan itu harus diniatkan untuk selamanya. Maka dari itu, kita harus siap untuk memperjuangkannya saat ada rintangan dan hambatan.

Pernikahan itu ibadah yang paling lama karena diniatkan berlangsung sampai maut memisahkan. Maka, penting sekali untuk saling mengalah dan meredam ego agar hubungan ini bisa langgeng.

Sebelumnya saya sudah menulis 5 cara jitu meluruhkan amarah suami, biar adil sekarang giliran sang suami yang harus mengalah dan berusaha meluluhkan hati istri yang sedang ngambek.

Baca juga: 5 Cara Jitu Meluruhkan Amarah Suami

1. Peluk Istri

Sebenarnya istri itu lebih mudah luluh dibanding suami. Cukup dipeluk saja, hati kami perlahan terasa hangat. Berbeda dengan suami yang terkadang suka keluar rumah saat kesal dan marah, istri biasanya akan tetap berada di rumah. Entah karena bukan tipe orang yang terlalu nekat atau kerena merasa harus mendapat izin dari suami saat akan keluar rumah. Kan lagi ngambek, ya, gengsi dong kalau harus ngajak ngomong duluan untuk izin keluar, jadi biasanya para istri tidak akan ke mana-mana saat marah.

Kami akan tetap berada di rumah, tetapi dengan bibir yang mengerucut. Kami pun akan berkali-kali lipat lebih rajin mengerjakan pekerjaan rumah, tetapi akan menimbulkan kegaduhan dari barang-barang yang jadi pelampiasan amarah. Namun, kalian (para suami) tenang saja, kami nggak akan sampai hati merusaknya karena kami amat menyayangi barang-barang itu.

2. Membantu Mengerjakan Pekerjaan Rumah

Saat dipeluk, kami akan menepis pada awalnya. Namun, percayalah pada percobaan keempat atau kelima, kami tidak akan memberikan perlawanan. Justru kalau baru satu kali ditepis, kalian sudah pergi, wah udahlah ya, bakalan makin kerucut bibir ini.

Kalau setelah dipeluk masih ngambek atau pura-pura ngambek, kalian bisa mengambil alih pekerjaan rumah. Memang hari-hari biasa pun ada tipe suami yang tidak segan membantu istri membereskan rumah, tetapi kalau istri lagi ngambek harus ditingkatkan lagi membantunya. Sekali-kali biarkan istri rebahan sambil scroll medsos. *Eh.

3. Ajak Keluar Rumah

Setelah pekerjaan rumah selesai, ajak istri dan anak-anak keluar. Misalnya jajan baso di kedai ujung jalan atau pergi ke area bermain anak. Ke mana saja yang terjangkau dan bisa memberikan suasana baru pada hati dan pikiran istri yang sedang kesal dan mumet.

4. Berikan Surprise

Sebenarnya ini gampang sih, tinggal cek akun marketplace istri lalu cek barang apa yang diinginkan, biasanya ada di keranjang. Namun, masalahnya jumlah barang yang ada di keranjang bisa puluhan bahkan ratusan. Kalian ingat-ingat saja mana di antara barang-barang itu yang pernah istri ucapkan ingin memilikinya. Tinggal check out deh. Kalau memilih sistem pembayaran COD, jangan lupa kalian yang bayar. Kalau nggak, sama saja bohong. Nantinya malah bikin istri tambah cemberut.

5. Biarkan Istri Mengeluarkan Uneg-uneg

Setelah semua usaha yang dilakukan, dipastikan akan ada segaris senyum di bibir istri. Namun, jangan senang dulu, ya. Kalian tetap harus mengajak istri bicara agar masalahnya menjadi clear dan tidak terulang di kemudian hari.

Nah, itu dia 5 Cara Jitu Meluruhkan Amarah Istri versi saya, semoga bermanfaat, ya.

10 komentar untuk “5 Cara Jitu Meluruhkan Amarah Istri”

  1. Bagus artikelnya..Cocok jadi psikolog/konselor pernikahan hehe… Ketika ada konflik, wanita bermain di perasaan, tentunya bagaimana memperbaiki perasaan dan mood menjadi positif, setiap curhatannya didengar, dsb

  2. Istri itu sebenernya cuma ingin didengar ya mbak. Bonus juga nih kalau pak suami ngajak jalan-jalan, hehehe. Kadang beban mengurus rumah tangga itu bisa jadi burnout apabila tidak ada tempat untuk curhat. Suami merupakan teman terbaik istri

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top